Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Oksigen, Ikan Keramba Petani Danau Maninjau Mati Massal

📅 Senin, 02 Feb 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Krisis Oksigen, Ikan Keramba Petani Danau Maninjau Mati Massal Doc: Antara Foto
Ket. Bangkai ikan keramba jaring apung Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mati secara massal.

 Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sekitar 1.428,73 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau milik petani Kecamatan Tanjung Raya mati secara massal akibat kekurangan oksigen selama 2025.

"Kematian ikan 1.428,73 ton secara massal terjadi semenjak Januari sampai Desember 2025," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira di Lubuk Basung, Agam, Sumbar, Minggu.

Ia mengatakan ke 1.428,73 ton ikan itu tersebar di Nagari atau Desa Tanjung Sani sebanyak 20 ton, Duo Koto 243 ton, Maninjau 242,55 ton.

Setelah itu Nagari Koto Gadang Anan Koto 513 ton dan Sungai Batang 410,18 ton.

"Kematian 1.428,73 ton ikan itu dari ratusan unit keramba jaring apung milik ratusan petani. Paling banyak kematian ikan terjadi pada akhir 2025, saat bencana banjir bandang melanda daerah itu," katanya.

Ia mengakui petani keramba jaring apung mengalami kerugian hingga Rp35,7 miliar akibat kematian ikan itu, karena harga tingkat petani Rp25 ribu per kilogram.

Pada Januari 2026, tambahnya kematian ikan di keramba jaring apung sekitar lima ton.

Kematian ikan tersebut akibat angin kencang melanda daerah itu disertai curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Dengan kondisi itu, terjadi pembalikan air ke permukaan danau vulkanik tersebut, sehingga sedimen sisa pakan ikan akan naik ke permukaan.

Akibatnya oksigen di dasar danau bakal berkurang, sehingga ikan mencari udara ke permukaan danau dan beberapa jam, ikan bakal mati.

"Ikan mati secara massal akibat kekurangan oksigen dan petani mengalami kerugian cukup besar." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.