Krisis Energi Global, RI Pertimbangkan Impor Minyak Rusia untuk Stabilitas BBM
📅 Senin, 06 Apr 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan membuka opsi impor minyak dari negara mana pun, termasuk Rusia, untuk menjamin keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), saya akan kabari, ya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4).
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika disinggung soal tawaran membeli minyak dari Rusia yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov.
Bahlil menyampaikan, dalam kondisi krisis energi global seperti saat ini, Indonesia membuka opsi impor minyak dari negara mana saja. Pemerintah, dalam hal ini, harus menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakatnya.
“Jadi, jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja (bisa impor), yang penting ada,” ucap Bahlil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini pun, lanjut dia, Indonesia bersaing dengan negara lain dalam hal membeli minyak.
Bahlil menggambarkan situasinya dengan menjelaskan perusahaan yang sudah melakukan tender pun, bisa disalip oleh perusahaan lain yang membeli minyak dengan harga yang lebih tinggi.
Situasi tersebut menunjukkan perusahaan penjual minyak bisa menjual minyak kepada pembeli yang menawar dengan harga lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi, kami sekarang membuat beberapa alternatif. Yang penting bagi kami, bagi pemerintah, adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” ucap Bahlil.
Diwartakan sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa Moskow membuka peluang bagi Pertamina untuk membeli minyak dari negaranya seiring kenaikan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz.
“Presiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu,” kata Dubes Tolchenov ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (31/3).
Tolchenov menyampaikan bahwa sebagai duta besar, dirinya belum menerima permintaan langsung dari Pertamina maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.
“Jadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan,” tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!