Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPU Kota Bogor Perdalam Pemahaman Pilkada

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 03:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPU Kota Bogor Perdalam Pemahaman Pilkada Doc: ANTARA/Shabrina Zakaria
Ket. KPU Kota Bogor menggelar sosialisasi Pilkada Serentak 2024 bersama unsur media se-Kota Bogor

BOGOR - Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 terus digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. Tujuannya untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang Pilkada Serentak 2024.

Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi Zaenal Arifin, Rabu, mengatakan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024.

Habibi menuturkan, kegiatan tersebut sebagai salah satu sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Bogor. Sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi kepada lembaga-lembaga.

"Jadi, kami ingin lebih sinergi dengan teman-teman media. Sebab teman-teman media yang mempublikasikan kegiatan-kegiatan sosialisasi maupun tahapan lainnya. Kami berharap tetap sinergi dengan teman-teman media, dan lebih mengeratkan demi tahapan Pilkada Kota Bogor," ucapnya.?

Habibi memastikan, sosialisasi tidak hanya berakhir di sini. Sebab tetap akan melakukan sosialisasi sampai dengan masyarakat bawah.
"Kami akan tetap melakukan sosialisasi sampai dengan masyarakat tingkat RT RW. Dengan begitu, masyarakat mengetahui degan baik Pilgub dan Pilwalkot 2024," jelas Habibi.

Sosialisasi juga menghadirkan narasumber utama. Mereka adalah Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Yusfitriadi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Bogor Herman Indrabudi, dan Ketua KPU Jawa Barat, Ummi Wahyuni.

Sementara itu, Herman Indrabudi menjelaskan, peran media dalam pemilu sangat penting. Media juga bertanggung jawab atas kelancaran pilkada. Media adalah pilar keempat demokrasi. "Tugas media menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ini bisa mempengaruhi opini publik. Media juga sebagai alat utama dalam penyebaran kampanye maupun iklan politik," jelasnya.?

Dia menyebut, media juga memiliki dampak terhadap pemilu yang positif. Di antaranya meningkatkan kesadaran politik, memfasilitasi akses informasi dan meningkatkan partisipasi pemilih. "Tetapi, peran media juga memiliki pengaruh negatif ketika menyebarkan informasi yang salah, berita palsu maupun polarisasi," ucapnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.