Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Tuding Korut Ganggu Sinyal GPS

📅 Senin, 11 Nov 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Tuding Korut Ganggu Sinyal GPS Doc: AFP/South Korean Defence Ministry
Ket. Misil Korsel l Gambar yang dipublikasikan Kemenhan Korsel pada 7 November lalu memperlihatkan peluncuran misil balistik Hyunmoo-2 dari Anheung dalam unjuk kekuatan yang bertujuan menunjukkan tekadnya untuk menanggapi setiap provokasi Korut.

SEOUL - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah melancarkan serangan pengacauan GPS pada Jumat (8/11) dan Sabtu (9/11), sebuah operasi yang mempengaruhi beberapa kapal dan puluhan pesawat sipil di Korea Selatan (Korsel), kata militer Seoul.

Tuduhan pengacauan itu muncul sekitar sepekan setelah Korut menguji coba apa yang disebutnya sebagai misil ICBM berbahan bakar padat yang paling canggih dan kuat, peluncuran pertamanya sejak dituduh mengirim tentara untuk membantu Russia berperang di Ukraina.

Korsel kemudian menembakkan misil balistiknya sendiri ke laut pada Jumat dalam unjuk kekuatan yang bertujuan menunjukkan tekadnya untuk menanggapi setiap provokasi Korut.

“Korut melakukan provokasi pengacauan GPS di Haeju dan Kaesong sejak beberapa hari lalu,” kata kepala staf gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan Sabtu, seraya menambahkan beberapa kapal dan puluhan pesawat sipil mengalami beberapa gangguan operasional.

Militer memperingatkan kapal dan pesawat yang beroperasi di Laut Kuning untuk waspada terhadap serangan semacam itu.

“Kami sangat mendesak Korut untuk segera menghentikan provokasi GPS dan memperingatkan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas masalah apa pun yang timbul dari hal ini,” kata mereka dalam pernyataan tersebut.

Hubungan antara kedua Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Korut meluncurkan serangkaian misil balistik yang melanggar sanksi PBB. Korut juga telah membombardir Korsel dengan balon-balon pembawa sampah sejak bulan Mei, yang disebutnya sebagai balasan atas selebaran propaganda anti-Pyongyang yang dikirim ke Korut oleh para aktivis.

Militer Korsel mengatakan Pyongyang juga berupaya mengganggu sinyal GPS pada bulan Mei lalu, tetapi menambahkan pada saat itu bahwa hal itu tidak menghalangi operasi militer apa pun di Selatan.

Risiko Nyata

Para ahli mengatakan serangan pengacauan seperti itu dapat menyebabkan insiden lain yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

“Masih belum jelas apakah ada niat untuk mengalihkan perhatian dunia dari pengerahan pasukan, menimbulkan ketidakamanan psikologis di antara penduduk di Selatan, atau menanggapi latihan hari Jumat,” kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korut di Seoul, kepada AFP. “Namun, serangan pengacauan GPS menimbulkan risiko nyata berupa insiden serius, termasuk potensi kecelakaan pesawat dalam skenario terburuk.”

Ahn Chan-il, seorang pembelot yang beralih menjadi peneliti yang mengelola Institut Dunia untuk Studi Korut, mengatakan kepada AFP bahwa pengacauan yang dilakukan Korut bisa jadi untuk melindungi komunikasi dan pertukaran intelijen mereka sendiri selama operasi militer kritis baik di dalam maupun luar negeri. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.