Konsorsium Bangun PLTS Berkapasitas 150 MW di Kosovo
📅 Sabtu, 27 Mei 2023, 10:06 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Sekelompok investor internasional dan lokal telah mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 150 megawatt (MW) di bagian barat Kosovo, seiring dengan upaya negara Balkan ini untuk mengurangi ketergantungannya pada batu bara.
Konsorsium Solar Energy Group Europe (SEGE) berencana untuk memulai produksi dalam waktu 12 bulan. Pembangkit listrik ini tidak akan mendapatkan subsidi dari pemerintah dan semua produksinya harus dijual di pasar terbuka.
Lebih dari 90 persen produksi domestik berasal dari batu bara dan sisanya berasal dari energi terbarukan, terutama angin.
"Dengan memanfaatkan potensi energi bersih, kita membuka jalan untuk masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan," kata Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, dalam sebuah upacara yang menandai pembangunan pembangkit listrik yang terletak di dekat kota Gjakova, sebelah barat Kosovo, dikutip dari Reuters, Minggu (21/5).
Rekayasa, pengadaan dan pembangunan pembangkit listrik ini akan dilakukan oleh grup peralatan dan layanan tenaga listrik Jerman, Siemens Energy AG (ENR1n.DE). Produksi tahunan diperkirakan akan mencapai lebih dari 243 ribu megawatt jam (MWh), kata perusahaan itu di situs webnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kosovo kaya akan lignit, batu bara lunak yang kandungan energinya relatif rendah dan menghasilkan polusi yang sangat beracun ketika dibakar. Kosovo memiliki cadangan lignit terbesar kelima di dunia, yaitu 12-14 miliar ton, menurut angka resmi.
Dua pembangkit listrik tenaga batu bara, yang berusia empat dan enam dekade, adalah beberapa pembangkit listrik yang paling berpolusi di Eropa dan karena teknologinya yang sudah tua, pembangkit listrik ini harus sering dimatikan untuk perbaikan sehingga memaksa negara miskin ini untuk mengimpor listrik yang mahal.
Pemerintah saat ini telah berjanji untuk menghentikan penggunaan batu bara pada tahun 2050. Sebelumnya, pemerintah meluncurkan lelang tenaga surya 100 MW dengan harapan dapat menarik investor dengan menawarkan lahan publik dan perjanjian jual beli listrik selama 15 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaga informasi, pembangkit listrik tenaga surya adalah sistem yang menggunakan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga surya terdiri dari panel surya yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik yang menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Proses ini disebut konversi fotovoltaik.
Pembangkit listrik tenaga surya merupakan sumber energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan. Kelebihan energi matahari yang melimpah serta tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca menjadikan tenaga surya sebagai pilihan yang menarik dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!