Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KM Linggar Yang Tenggelam di Samudera Hindia Tak Miliki Radio Marine

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
KM Linggar Yang Tenggelam di Samudera Hindia Tak Miliki Radio Marine Doc: antara
Ket. Tim SAR mengevakuasi korban kapal tenggelam dari KM Bahari Nusantara dengan menggunakan perahu karet ke KN SAR Arjuna 229 untuk kemudian dibawa menuju Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (2/3/2023).

Denpasar - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebutkan KM Linggar Petak 89 yang tenggelam di Samudera Hindia, Selasa (28/2), tidak dilengkapi dengan fasilitas pelayaran seperti GPS dan alat komunikasi radio marine, sehingga menyulitkan proses pencarian korban.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali Gede Darmada di Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis saat menjemput enam orang korban yang telah dievakuasi dengan KN SAR Arjuna 229 pada hari ketiga operasi pencarian.

"Kami terkendala komunikasi karena kapal nelayan itu memang tidak dilengkapi peralatan komunikasi yang memadai seperti misalnya alat komunikasi radio marine, kemudian tidak ada gps-nya, tidak ada AIS-nya sehingga kami kesulitan melacak kapal ini," kata Darmada.Padahal menurut Darmada, setiap kapal wajib hukumnya untuk memiliki peralatan pelayaran seperti Marine VHF Radio yang fungsinya sebagai alerting system atau sistem peringatan untuk mengirim tanda ke kapal lain atau tim SAR secara jelas dan bersifat darurat, AIS (Automatic Identification System/Sistem Identifikasi Otomatis) dan jugaGlobal Positioning System(GPS).Namun, terkait dengan informasi mengenai ada tidaknya peralatan pelayaran tersebut sampai saat ini belum terkonfirmasi dengan perusahaan jasa pemilik kapal. Tetapi yang pasti, Tim SAR gabungan yang telah tiga hari melakukan pencarian terkendala karena tidak mendeteksi adanya sinyal dari kapal tersebut."Kami agak kesulitan melacak posisinya di mana kalau kapal yang mengikuti peraturan ya tentunya bisa kita deteksi kalau memang dilengkapi GPStrackingataupun AIS," kata Darmada.

Hingga kini, pencarian KM Linggar Petak 89 yang dihantam badai gelombang di Selatan Bali kurang lebih berjarak 30-35 Nautical mile masih tetap dilakukan dengan mengerahkan tiga buah Kapal yakni KM Bahari Nusantara, KM Bahari Nusantara 25 dan KN SAR Arjuna 229.

Hanya saja, kata Darmada, KN SAR Arjuna 229 terpaksa harus kembali ke Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis sore mengingat kondisi salah satu korban yang ditemukan hari ini sangat membutuhkan perawatan intensif, sementara dua kapal lainnya masih melakukan pencarian.

"Kami terpaksa harus sandar sore hari ini dengan memindahkan korban yang berada di kapal itu untuk secepatnya memberikan bantuan medis karena satu orang kondisinya tadi sangat betul-betul kritis," kata Darmada.

Selain itu menurut Darmada, pencarian pada malam hari tidak efektif karena terkendala cuaca yang ekstrem.Kemungkinan besar, kata Darmada, para korban yang belum ditemukan terpencar karena menurut pengakuan kapten kapal, 15 orang yang ada di kapal masing keluar dari kapal hanya berpegangan pada bola-bola jaring tanpa menggunakan pelampung.

"Informasi dari Kapten yang selamat bahwa yang meninggalkan kapal itu hampir semuanya tidak menggunakan alat keselamatan," kata Darmada.

Menurut Darmada, pencarian akan dilanjutkan pada Jumat 3 Maret sambil mempertimbangkan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pencarian pun akan diperluas sampai 5-100 Neutical mile (mil laut) dengan melibatkan unsur SAR dari Surabaya untuk membantu melakukan pemantauan dan pemapelan kapal-kapal yang melintasi seputaran Perairan Grojokan, serta Alas Purwo.Hingga Kamis (2/3), Tim SAR gabungan telah mengevakuasi enam orang korban dari 15 orang penumpang kapal. Dari enam orang yang telah ditemukan, satu dinyatakan meninggal dunia, lima lainnya selamat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.