Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Tak Dibatasi Belanja Pangan

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Warga Tak Dibatasi Belanja Pangan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok.

JAKARTA – Menjelang lebaran, warga Jakarta dibebaskan berbelanja pangan. Semua boleh membeli opangan dalam gelaran pasar murah yang diselenggarakan BUMD. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tak akan membatasi. Persediaan pangan cukup. “Pemprov tidak membatasi hanya warga kalangan tertentu yang dapat membeli bahan makanan dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama BUMD pangan,” tandas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Selasa (10/3).

“Tidak ada pembatasan masyarakat. Siapa pun yang ingin membeli pangan dipersilakan. Tetapi sebenarnya, target kami masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah,” tambahnya.
Menurutnya, program tersebut diadakan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya beli, sekaligus menekan potensi inflasi pangan di ibu kota.

Tiap-tiap BUMD pangan seperti Food Station, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya menggelar GPM di 10 titik dengan komoditas yang tidak terbatas. Di antaranya bawang merah, bawang putih, dan cabai. Ada juga bahan pokok lainnya seperti daging sapi, daging ayam, dan telur. Lokasi pelaksanaannya antara lain di kantor kelurahan, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), kantor kecamatan, dan kantor wali kota.

“Kualitas produk dijamin dan harganya di bawah pasar. Diharapkan intervensi tersebut dapat menekan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Hasudungan. Sepanjang 2025, kurang lebih 1.000 kali GPM telah dilaksanakan oleh BUMD pangan di Jakarta. Sementara itu, terkait stok pangan Jakarta, Pemprov melalui BUMD yang bergerak di bidang pangan juga memastikan aman sehingga warga tidak perlu panik.

Saat puasa dan lebaran pangan yang banayk dicari antara lain daging sapi, daging ayam, dan telur. Untuk kebutuhan daging sapi kurang lebih 2.200 ton, daging ayam 10.000 ton per bulan untuk Februari. “Saat ini kami memiliki daging sapi 8.000 ton,” ungkap Hasudungan.

Deteksi Anomali

Selain itu, Hasudungan juga mengungkapkan, telah mengerahkan 20 petugas yang rutin memantau harga pangan di pasar-pasar tradisional Jakarta untuk mendeteksi anomali harga. “Setiap hari, ada 20 enumerator di seluruh Jakarta. Mereka keliling ke pasar-pasar tradisional untuk memeriksa harga,” jelas Hasudungan Sidabalok.

Hasil enumerasi dari petugas itu kemudian diunggah ke dalam sistem informasi info pangan Jakarta (infopangan.jakarta.go.id), yang dapat diakses masyarakat. Di sisi lain, Pemprov Jakarta juga membandingkan harga pangan Jakarta dengan informasi pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kemeterian Perindustrian.

“Kalau terjadi anomali, terlalu tinggi atau terlalu rendah, terkait harga pangan, kita bisa periksa silang ke lapangan,” ujar Hasudungan. Dia menyampaikan upaya-upaya tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) yang dapat menjadi rujukan untuk mencari penyebab dan solusi, termasuk menentukan langkah koordinasi selanjutnya.

Terkait harga pangan, Hasudungan mengingatkan Jakarta hanya dapat memenuhi dua persen kebutuhan pangan. Sisanya berasal dari daerah lain. Karena ketergantungan yang cukup tinggi, maka rentan terjadi fluktuasi ketersediaan dan harga pangan di ibu kota.

Di samping itu, suplai pangan juga sangat bergantung pada cuaca. Apabila ketersediaan di daerah produsen berkurang, misalnya karena cuaca, maka asupan suplai ke Jakarta juga akan berkurang. Hal lainnya, kata dia, yakni terkait biaya transportasi. Semakin jauh daerah produsen pangan ke Jakarta, maka biaya transportasi juga semakin tinggi.

Hal ini memengaruhi harga beli atau harga jual di masyarakat Jakarta. Maka, Pemprov melalui BUMD pangan bekerja sama dengan daerah-daerah pemasok lewat pertanian kontrak untuk menjamin pasokan pangan sekaligus menstabilkan harga.

“Dengan adanya kerja sama tersebut, jalurnya bisa lebih singkat, tidak melalui agen lagi. Otomatis harganya lebih murah dan tersedianya juga lebih cepat,” ungkap Hasudungan.

Sementara itu, Pemkot Jakarta Selatan mencatat harga cabai merah naik tapi masih terjangkau. “Kalau harga, sebagian mungkin naik ya seperti cabai keriting, tapi masih terjangkau,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar. Dia bersama Pemerintah Provinsi sudah menggelar rapat untuk memastikan tidak ada kenaikan harga yang terlampau tinggi menjelang lebaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.