Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KLH: Hentikan Polusi Plastik Jadi Fokus HLH 2025

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 23:32 WIB | Oleh:
KLH: Hentikan Polusi Plastik Jadi Fokus HLH 2025 Doc: RRI/Ryan Suryadi
Ket. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat mengunjungi beberapa tenant pada rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di JICC, Jakarta, Minggu (22/6)

JAKARTA - Dalam semangat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan expo bertemakan hentikan polusi plastik. Expo ini langsung diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq di JICC, Jakarta, Minggu (22/6).

"Ajang ini menjadi momentum krusial untuk menghentikan ancaman polusi plastik melalui aksi nyata lintas sektor. Polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan, ini adalah krisis yang mengancam ekosistem, kesehatan, dan masa depan kita," kata Hanif.

Expo dan Forum yang berlangsung pada 22–24 Juni 2025 di Jakarta ini menampilkan 78 booth dari berbagai mitra yakni dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas, serta akademisi.

Kegiatan ini juga menjadi panggung peluncuran berbagai kebijakan baru seperti Proper dan Adipura versi terbaru. Serta sistem penilaian kinerja pemerintah daerah dalam perlindungan lingkungan.

Hanif juga mengatakan, data global dan nasional yang mengkhawatirkan. Pada 2023 Indonesia menghasilkan 10,8 juta ton sampah plastik, dan lebih dari 6 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik. Untuk itu, KLH/BPLH telah menggulirkan berbagai langkah strategis: pelarangan plastik sekali pakai secara bertahap hingga 2029. Kemudian juga penghentian impor sampah plastik, penguatan

"Lalu ada kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), hingga pembangunan waste-toenergy di 33 kota besar. Tak ketinggalan, sanksi tegas bagi pemerintah daerah yang masih melakukan open dumping diberlakukan mulai Maret 2025," kata Hanif.

Forum Rakornas Pengelolaan Sampah yang menjadi bagian penting dari peringatan ini turut membahas transformasi kelembagaan, teknologi, dan skema pendanaan. Sementara dalam sesi diskusi tematik, para narasumber membedah tantangan dan peluang dalam memperkuat ekonomi sirkular di Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.