Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KJRI Cape Town Pulangkan ABK WNI Meninggal di Laut Atlantik

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
KJRI Cape Town Pulangkan ABK WNI Meninggal di Laut Atlantik Doc: ANTARA/HO-KJRI Cape Town
Ket. Pemulangan jenazah ABK WNI berinisial AS ke kampung halaman di Seram, Maluku, Jumat (26 Juli 2024).

JAKARTA - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, pada Jumat (26/7) memulangkan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) berinisial AS (22) ke kampung halaman di Seram, Maluku, yang meninggal di Laut Atlantik.

Berdasarkan rilis pers KJRI yang diterima di Jakarta, Jumat (26/7), disebutkan bahwa saat sedang bekerja di kapal Ou Ya (berbendera Tiongkok) pada 15 Juni, AS tiba-tiba terjatuh, sementara kapal sedang berada di laut lepas.

Teman-temannya sempat memberikan pertolongan pernapasan, sementara kapten kapal memerintahkan agar kapal berputar haluan menuju ke Cape Town agar AS segera mendapat perawatan di rumah sakit.

Namun dalam perjalanan pada 20 Juni 2024, saat kapal masih berada di laut lepas Atlantik, AS meninggal dunia.

Kapal Ou Ya tiba di Cape Town pada 2 Juli 2024. Selanjutnya, pengurus jenazah melakukan proses defrost terhadap jenazah AS dan pemeriksaan postmortem berupa autopsi forensik patologis oleh dokter ahli.

Hasil pemeriksaan menyebutkan kematiannya karena sebab yang normal. Setelah seluruh proses yang diperlukan selesai, jenazah AS dipulangkan ke Tanah Air.

Setelah melalui penerbangan panjang dari Cape Town, Afrika Selatan, jenazah AS tiba di kampung halamannya di Seram, Maluku, pada 26 Juli 2024 pagi, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Cape Town Faiez Maulana menyampaikan bahwa KJRI secara khusus mengawal kasus tersebut dari awal hingga jenazah AS diterima oleh pihak keluarga.

KJRI Cape Town secara intensif menghubungi keluarga, agensi dan rumah duka di Afsel, perusahaan di Indonesia dan pihak terkait lainnya.

Faiez juga menekankan kepada ayah AS, yang berinisial LM, bahwa KJRI tidak membebankan biaya dari seluruh proses penanganan AS kepada keluarga.

Ayah almarhum, LM, mengucapkan terima kasih kepada KJRI atas bantuan dan perhatian yang diberikan sehingga dia dan keluarganya bisa melihat anaknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan di kampung halamannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.