Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kinerja Berkelanjutan, Kredit UMKM Bank DKI Q2-2024 Tumbuh 22,78%

📅 Jumat, 02 Agu 2024, 12:00 WIB | Oleh:
Kinerja Berkelanjutan, Kredit UMKM Bank DKI Q2-2024 Tumbuh 22,78% Doc: Istimewa
Ket. Nasabah UMKM Bank DKI

JAKARTA- Bank DKI mencatatkan Kinerja Bisnis yang positif sekaligus menunjukan dukungan menyeluruh pada aksi keuangan berkelanjutan. Melalui fokus meningkatkan portofolio Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sejalan dengan visi dan misi bank, perseroan mencatatkan kredit dan pembiayaan segmen UMKM sebesar 5,41 triliun rupiah rupiah atau tumbuh 22,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang tercatat sebesar 4,41 triliun rupiah rupiah.

Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta baru-baru ini mengatakan kredit dan pembiayaan segmen UMKM, yaitu kredit mikro pada kuartal II-2024 meningkat 27,99 persen menjadi 3,81 triliun rupiahdari sebelumnya 2,98 triliun rupiah. Begitu juga kredit Ritel yang meningkat 11,94 persen menjadi 1,60 triliun rupiah dari sebelumnya 1,43 triliun rupiah.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen UMKM itu mendorong peningkatan proporsi kredit UMKM secara kumulatif menjadi sebesar 10,11 persen dari total kredit dan pembiayaan Bank DKI periode Juni 2024 yang tercatat sebesar 53,56 triliun rupiah.

Lebih lanjut Agus mengatakan untuk strategi ekspansi kredit, perseroan memprioritaskan pada penyaluran kredit secara berkualitas dan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Pengaturan portofolio kredit yang berorientasi pada segmen UMKM, dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal.

Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang menantang, Bank DKI terus berupaya mengadaptasikan strategi serta mencari peluang baru utamanya pada sektor yang stabil dan potensial untuk meningkatkan nilai secara jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tandasnya.

Sementara itu, untuk kredit dan pembiayaan konsumer pada posisi Juni 2024 tumbuh 9,05 persen menjadi sebesar 22,83 triliun rupiah dari sebelumnya 20,94 triliun rupiah. Sedangkan, kredit dan pembiayaan menengah tumbuh 12,40 persen menjadi sebesar 1,89 triliun rupiah dari sebelumnya 1,68 triliun rupiah.

Untuk kredit dan pembiayaan komersial (termasuk term loan) mencatat pertumbuhan 1,48 persen menjadi sebesar 23,41 triliun rupiah dari sebelumnya 23,07 triliun rupiah, seiring dengan strategi penyaluran kredit komersial yang dilakukan secara selektif kepada perusahaan bonafide multinasional dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang merupakan bagian dari ekosistem Bank DKI, khususnya perusahaan yang bergerak pada sektor perdagangan besar dan eceran.

"Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan secara keseluruhan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI per Juni 2024 mencapai 53,56 triliun rupiah meningkat 6,88 persen dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 50,11 triliun rupiah," katanya.

Pendapatan dan Beban Bunga

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menjelaskan, pendapatan bunga Bank DKI hingga Juni 2024 tumbuh 4,95 persen menjadi 2,77 triliun rupiah, dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar 2,64 triliun rupiah. Seiring tren peningkatan suku bunga perbankan, beban bunga Bank DKI juga meningkat 11,53 persen menjadi 1,43 triliun rupiah, dari sebelumnya 1,29 triliun rupiah.

"Tren kenaikan suku bunga, diantisipasi dengan strategi manajemen likuiditas diantaranya menjaga kualitas dan yield kredit pada level yang sehat untuk mengimbangi biaya dana." jelas Romy.

Romy juga menyampaikan, di tengah berlangsungnya periode suku bunga yang tinggi (higher for longer), Bank DKI menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) periode Juni 2024 mencapai sebesar 65,18 triliun rupiah, terdiri atas Giro sebesar 12,48 triliun rupiah, Tabungan 10,99 triliun rupiah, dan Deposito 41,70 triliun rupiah.

Atas pencapaian itu, maka Loan to Deposit Ratio (LDR) naik ke level 82,16 persen dibanding sebelumya 75,06 persen. Sedangkan untuk rasio lainnya terjaga, ROE di 6,59 persen, ROA menjadi 1,11 persen dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) stabil di 87,02 persen.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, sampai dengan Juni 2024 kinerja bisnis Bank DKI masih dalam tren yang meningkat dengan mencatatkan peningkatan aset Bank DKI sebesar sebesar 0,34 persen menjadi 82,29 triliun rupiah dari sebelumnya 82,00 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.