Kim Jong-un Ancam Bumi Hanguskan Korsel dan AS
📅 Selasa, 02 Jan 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah menginstruksikan agar para perwira tinggi militernya untuk menggunakan kekuatan maksimum terhadap Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) jika terjadi konfrontasi militer. Demikian laporan media pemerintah, KCNA, pada Senin (1/1).
Pernyataan Kim Jong-un itu dilontarkan dalam sebuah pertemuan dengan para perwira tinggi Korut di Pyongyang pada Malam Tahun Baru.
"Kim Jong-un pun menekankan agar militer Korut harus bisa membumihanguskan musuh jika terprovokasi," lapor KCNA.
Komentar Kim Jong-un itu disampaikan saat Seoul dan Washington DC kian meningkatkan kerja sama pertahanan dalam menghadapi serangkaian uji coba senjata yang memecahkan rekor oleh Pyongyang selama setahun terakhir.
Pernyataan Kim Jong-un itu mencerminkan ancaman serangan nuklir terhadap Seoul dan perintahnya untuk membangun kekuatan militer. Ia menuduh AS telah melakukan berbagai bentuk ancaman militer dan menyerukan penindasan terhadap wilayah Korsel, termasuk kekuatan nuklir, setelah Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol berjanji untuk mencegah provokasi militer Korut dengan sistem pencegahan bersama yang diperluas dengan Washington DC.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika musuh memilih konfrontasi militer dan provokasi terhadap Korut, tentara kita harus memberikan pukulan mematikan untuk memusnahkan mereka secara menyeluruh dengan mengerahkan semua cara dan potensi terberat tanpa ragu-ragu," kata Kim Jong-un.
Pernyataan Kim Jong-un tersebut mengulang kembali ancamannya yang dibuat selama pertemuan partai akhir tahun mengenai serangan nuklir ke Seoul dan perintah untuk membangun persenjataan militer untuk mempersiapkan perang yang menurutnya dapat meletus kapan saja di Semenanjung Korea.
Dalam pertemuan untuk menetapkan agenda kebijakan untuk tahun 2024, pemimpin Korut itu menuduh AS telah melakukan berbagai bentuk ancaman militer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kim Jong-un juga meminta angkatan bersenjata untuk menekan seluruh wilayah Korsel dengan mengerahkan semua sarana fisik termasuk kekuatan nuklir, jika terjadi peristiwa besar, mengacu pada konflik bersenjata.
Kim Jong-un juga mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa ia tidak akan lagi mengupayakan rekonsiliasi dan penyatuan kembali dengan Korsel, dengan menyebutkan bahwa krisis (di Semenanjung Korea kini) sudah tidak terkendali yang menurutnya dipicu oleh Seoul dan Washington DC.
Peningkatan Retorika
Korut pada tahun 2023 telah menguji misil balistik terbesarnya dan juga meluncurkan satelit pengintaian militer pertamanya, yang oleh Kim Jong-un disebut sebagai kemajuan besar dalam memodernisasi militer negara tersebut.
Seruan untuk meningkatkan kesiapan militer negara tersebut menyusul janji yang dibuat pada akhir pertemuan lima hari Partai Pekerja yang berakhir pada 30 Desember untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya, membuat drone militer, dan meluncurkan tiga satelit mata-mata baru pada tahun 2024.
Meningkatnya retorika Kim terjadi ketika AS meningkatkan latihan dengan Korsel pada tahun lalu, mengerahkan lebih banyak aset militer strategis, termasuk kapal selam rudal nuklir, kapal induk, dan pesawat bomber strategis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!