Keuntungan Ekonomi AI akan Meningkatkan Produksi Global
📅 Rabu, 23 Apr 2025, 23:55 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Antara
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada hari Selasa, (22/4), mengatakan, keuntungan ekonomi dari kecerdasan buatan (AI) akan meningkatkan produksi global sekitar 0,5 persen per tahun antara tahun 2025 dan 2030, lebih besar daripada biaya peningkatan emisi karbon oleh pusat data yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI.
Namun, laporan IMF yang dirilis pada pertemuan tahunannya di Washington mencatat bahwa perolehan produksi tersebut tidak akan dibagi secara merata ke seluruh dunia, dan menghimbau para pembuat kebijakan dan bisnis untuk meminimalkan biaya bagi masyarakat yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Meskipun ada tantangan terkait harga listrik yang lebih tinggi dan emisi gas rumah kaca, keuntungan AI terhadap PDB global kemungkinan akan lebih besar daripada biaya emisi tambahan," katanya.
"Biaya sosial dari emisi tambahan ini kecil jika dibandingkan dengan keuntungan ekonomi yang diharapkan dari AI, tetapi tetap saja menambah penumpukan emisi yang mengkhawatirkan," katanya dalam laporan berjudul "Kehabisan Energi: Bagaimana AI Akan Mendorong Permintaan Energi".
Penerapan AI terlihat mendorong lonjakan permintaan daya pemrosesan data yang membutuhkan banyak energi di tahun-tahun mendatang, bahkan saat dunia berjuang untuk memenuhi janji dalam mengurangi emisi karbon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan IMF mencatat bahwa ruang yang didedikasikan untuk gudang-gudang berisi server di Virginia utara, yang memiliki konsentrasi pusat data terbesar di dunia, secara kasar sudah setara dengan luas lantai delapan Gedung Empire State.
Diperkirakan kebutuhan listrik global yang digerakkan oleh AI dapat meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 1.500 terawatt-jam (TWh) pada tahun 2030 - hampir sama dengan konsumsi listrik India saat ini dan 1,5 kali lebih tinggi dari perkiraan permintaan kendaraan listrik selama periode yang sama.
Jejak karbon dari peningkatan itu sebagian akan bergantung pada apakah perusahaan teknologi dapat memenuhi janji untuk memangkas emisi dari pusat data melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan dan cara lainnya.
Keuntungan Energi
IMF memperkirakan bahwa penerapan AI yang kuat, di bawah kebijakan energi saat ini, akan berarti peningkatan kumulatif global emisi gas rumah kaca sebesar 1,2 persen, antara tahun 2025 dan 2030. Kebijakan energi yang lebih hijau akan membatasi peningkatan tersebut hingga 1,3 Gt, menurut perkiraannya.
Dengan menggunakan angka 39 dolar AS per ton untuk mengukur biaya sosial dari emisi tersebut, ia memperkirakan biaya tambahan tersebut sebesar 50,7 hingga 66,3 miliar lebih kecil dari keuntungan pendapatan yang dikaitkan dengan peningkatan tahunan 0,5 poin persen pada PDB global yang dikatakannya dapat dihasilkan oleh AI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!