Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua DPR RI dan Paus Fransiskus Bahas Toleransi

📅 Rabu, 20 Des 2023, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua DPR RI dan Paus Fransiskus Bahas Toleransi Doc: ANTARA/HO-DPR RI
Ket. Bersalaman -- Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Senin (18/12).

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani membahas terkait toleransi dan perdamaian dunia, saat bertemu pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Senin (18/12).

"Sebagai salah satu negara Muslim terbesar, Indonesia terus mengutamakan kerukunan antarumat beragama. Paus Fransiskus menyampaikan bahwa hal itu harus terus dilakukan agar toleransi antaragama terus dijaga, sehingga perdamaian dunia bisa tercipta," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/12).

Pertemuan itu saat Puan datang bersama dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dia didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Dia berharap pertemuan itu dapat semakin menguatkan kerja sama antara Indonesia dan Vatikan, khususnya isu perdamaian dunia dengan memperbesar rasa persaudaraan, terutama dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan perang yang telah merenggut banyak korban jiwa.

"Paus Fransiskus juga tadi menyampaikan pesan agar sesama umat manusia harus menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama untuk dunia saat sekarang dan di masa depan," ungkap Puan.

Puan mengatakan pertemuan itu juga membicarakan hubungan Indonesia dengan Vatikan yang sudah terjalin cukup erat sejak zaman Presiden pertama RI Soekarno. Indonesia dan Vatikan selama ini selalu saling mendukung dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama.

"Saya sebagai cucu Presiden Soekarno, bersama Ibu saya, Ibu Megawati Soekarnoputri, mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Vatikan yang sudah tiga kali memberi bintang kepada Presiden Soekarno pada tahun 1956, 1959, dan 1964," jelasnya.

Menurut Puan, dia juga menyinggung soal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan serta gotong royong karena Pancasila yang mengikis perbedaan dan menguatkan kerukunan antaragama di Tanah Air.

"Indonesia dan Vatikan harus menjadi pendorong positif perdamaian di dunia, penyelesaian perang dan konflik di berbagai wilayah dunia," harapnya.

Dalam pertemuan antara Paus Fransiskus dengan Puan dan Megawati, turut hadir staf Penasehat pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue atau PCID), Pastor Markus yang berasal dari Indonesia. Di Vatikan, Pastor Markus sendiri bertugas untuk Desk Dialog Katolik-Islam di Asia dan Pasifik.

Pastor Markus merupakan orang Indonesia pertama di Kuria Tahta Suci Vatikan. Selain menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik, Pastor Markus juga dipercaya sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas untuk memajukan Pendidikan Perdamaian dan Pembentukan Duta-duta Perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani bertempat di kota Roma dan Vatikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.