Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Tarif AS Dinilai Rugikan Agenda Iklim Global

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenaikan Tarif AS Dinilai Rugikan Agenda Iklim Global Doc: ANTARA/Xinhua/Yin Dongxun
Ket. Para pengunjung memadati area pameran pabrikan mobil listrik (NEV) Tiongkok, BYD, saat berlangsung Pameran Otomotif Internasional Beijing 2024 di Beijing, Tiongkok, pada 4 Mei 2024.

ADDIS ABABA - Kenaikan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap kendaraan listrik (electric vehicles/EV) buatan Tiongkok akan memiliki dampak yang luas terhadap agenda iklim global, demikian dikatakan seorang pakar Ethiopia.

Langkah terbaru dari pemerintah AS yang menargetkan produk-produk energi bersih Tiongkok itu "lebih merupakan tindakan politis" di tengah meningkatnya daya saing industri energi baru Tiongkok, kata Costantinos Bt. Costantinos, seorang profesor kebijakan publik di Universitas Addis Ababa di Ethiopia, kepada Xinhua.

"Ini (langkah yang dilakukan AS) akan sangat merugikan agenda iklim," ujar Costantinos.

Memperhatikan krisis iklim global saat ini dan kebutuhan krusial untuk mendorong kerja sama dalam memerangi perubahan iklim,Costantinos mengatakan bahwa sikap proteksionis AS itu berpotensi menggagalkan langkah positif yang dicapai baru-baru ini dalam konsensus global menuju transisi energi ramah lingkungan.

Memuji kemajuan Tiongkok baru-baru ini dalam sumber energi bersih, Costantinos menggarisbawahi implikasi positif dari inovasi dan kemajuan teknologi Tiongkok terhadap dorongan global menuju dekarbonisasi.

"Ini (kemajuan Tiongkok) akan menjadi terobosan dalam hal perubahan iklim," katanya.

Sementara itu, sang pakar menekankan bahwa keunggulan industri Tiongkok dalam produksi EV memungkinkan untuk menghadirkan EV dengan harga yang terjangkau secara global.

"Saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung kendaraan listrik buatan Tiongkok di Addis Ababa. Saya telah melihat BYD dan merek lainnya... mobil yang sangat elegan dan berfungsi dengan baik," ujarnya.

Namun, segala sesuatu yang berhubungan dengan Tiongkok saat ini dipandang oleh AS sebagai persaingan, kata Costantinos, seraya menambahkan bahwa perspektif AS lebih dipengaruhi oleh motif politik daripada kekhawatiran akan kesejahteraan konsumen AS.

Kenaikan tarif baru AS terhadap barang-barang energi bersih asal Tiongkok akan berimplikasi negatif terhadap AS sendiri, kata sang cendekiawan, seraya mendesak AS untuk mempertimbangkan kembali langkahnya.

"Bahkan sejumlah wadah pemikir AS pun telah menyuarakan bahwa proteksi ini tidak akan membantu AS dalam cara apa pun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.