Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemlu Pastikan Diplomat RI Selamat dari Serangan Bom di Pakistan

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu Pastikan Diplomat RI Selamat dari Serangan Bom di Pakistan Doc: Antara/id.wikipedia.org
Ket. Kementerian Luar Negeri RI.

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan diplomat Indonesia di Pakistan dalam kondisi selamat dan aman setelah dikabarkan terkena serangan bom yang mengincar iringan korps diplomatik pada Minggu waktu setempat.

Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Sumirat menyatakan, diplomat tersebut merupakan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI (KBRI) Islamabad yang sedang dalam perjalanan untuk mengikuti kegiatan Kamar Dagang dan Industri Islamabad (ICCI) di Pakistan barat laut.

"Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Islamabad dan seluruh rombongan korps diplomatik dalam keadaan aman dan telah kembali ke Islamabad dengan selamat," demikian menurut Roy dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Dilaporkan Anadolu, para diplomat yang turut selamat dari serangan tersebut berasal dari Rusia, Bosnia-Herzegovina, Vietnam, Ethiopia, Rwanda, Zimbabwe, Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Portugal.

Serangan tersebut terjadi di jalan menuju kawasan wisata Malam Jabba di Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dan diduga berasal dari bom rakitan (IED). Insiden tersebut menyebabkan seorang polisi meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, ucap Roy.

"KBRI Islamabad akan terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah Pakistan guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh WNI di Pakistan," menurut jubir Kemlu RI.

Jumlah WNI yang saat ini menetap di Pakistan adalah sekitar 1.200 orang, mayoritas merupakan pelajar dan WNI yang menikah dengan warga setempat.

Sementara itu, Roy mengatakan, KBRI Islamabad turut menginformasikan bahwa saat ini beredar gambar-gambar tidak akurat terkait insiden tersebut yang tersebar di media internasional.

"Untuk itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau pemberitaan secara terukur dan bertanggung jawab," demikian menurut Roy.

Lembah Swat di Khyber Pakhtunkhwa sempat dilanda pergolakan internal setidaknya sampai 2009, saat operasi militer besar-besaran berhasil membongkar jaringan militan yang terkait dengan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan di kawasan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.