Kementan-TNI AD Bersinergi Kawal Optimasi dan Pompanisasi Pertanian
📅 Minggu, 19 Mei 2024, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak jajaran TNI AD untuk bersinergi bergerak bersama memastikan program optimasi lahan rawa (Oplah) dan pompanisasi di seluruh Indonesia berjalan dengan baik, demi mewujudkan swasembada pangan di Tanah Air.
"Kami mengajak para perwira tinggi Jenderal TNI (AD) bergerak bersama memastikan program optimasi lahan rawa atau Oplah dan pompanisasi di seluruh Indonesia berjalan dengan baik," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (18/5).
Mentan mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Optimasi Lahan dan Pompanisasi Bersama TNI dalam Rangka Percepatan Penambahan Areal Tanam pada Jumat (17/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Mentan menyebutkan bahwa saat ini sudah lebih dari 30 ribu unit pompa yang terpasang di lahan-lahan eksisting di seluruh Indonesia.
Amran menuturkan puluhan ribu unit pompa tersebut untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada masa pertanaman yang akan dilakukan pada Juni, Juli dan Agustus 20224, sehingga dapat memastikan pasokan pangan untuk September dalam kondisi yang aman.
"Kita harus memastikan sekaligus menggerakkan 30 ribu pompa yang di lahan eksisting ini beroperasi dengan baik. Jangan sampai sawah kering tapi pompa tidak berjalan," ujar Mentan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikutnya, kata Mentan, TNI tidak perlu menunggu survei investigasi dan desain (SID) dalam melakukan percepatan melalui optimasi maupun pompanisasi. TNI dipersilahkan bergerak mengawal dan membantu jalannya program yang ada saat ini.
Mentan juga berterima kasih kepada TNI yang mengambil bagian dalam percepatan areal tanam yang diawali dengan pompanisasi dan oplah.
Menurut Amran dengan adanya sinergi semua pihak termasuk TNI AD dalam membangun ketahanan pangan sangat peting, sehingga Indonesia dapat bisa lebih mandiri terkait ketersediaan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.
"Ini adalah solusi cepat krisis pangan. Aku dukung TNI agar dalam pelaksanaannya jangan sampai menunggu SID. Pokoknya tanpa SID jalan, jangan sampai kita panen proses atau panen birokrasi," katanya.
Lebih lanjut Amran mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah dilanda El Nino panjang yang dapat mengancam produksi pangan nasional. Ancaman tersebut bahkan telah menurunkan produksi dalam setahun terakhir.
Menurut Mentan, El Nino saat ini masuk pada El Nino gorila yaitu musim kering terberat sepanjang sejarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!