Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Kirim 7 Dokter Internship untuk Mengabdi di Papua Barat Daya, Berapa Tahun Bertugas?

📅 Senin, 01 Sep 2025, 13:32 WIB | Oleh:
Kemenkes Kirim 7 Dokter Internship untuk Mengabdi di Papua Barat Daya, Berapa Tahun Bertugas? Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinkes P2KB Papua Barat Daya, Naomi Netty Howay menggelar rapat bersama ketujuh dokter internsip di Kantor Dinas Kesehatan, Senin (1/8/2025)

SORONG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengirimkan tujuh orang dokter internsip untuk mengabdikan diri dan memperkuat layanan kesehatan di Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Barat Daya Naomi Netty Howay di Sorong, Senin (1/9), menjelaskan bahwa ketujuh dokter internsip tersebut akan menjalani masa tugas selama satu tahun penuh, mulai Agustus 2025 hingga Agustus 2026.

“Mereka akan ditempatkan di dua fasilitas kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes sebagai wahana internsip, yaitu Rumah Sakit Sele Be Solu dan Puskesmas Malanu, Kota Sorong,” kata Naomi.

Menurutnya, sistem penugasan ini dirancang dengan metode rotasi setiap enam bulan, dimana para dokter akan saling bertukar tempat tugas antara rumah sakit dan puskesmas.

Tujuannya agar para peserta mendapatkan pengalaman klinis yang beragam dan menyeluruh, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan.

“Ini menjadi kesempatan penting bagi para dokter muda untuk mengenal dinamika layanan kesehatan di Papua Barat Daya, sekaligus sebagai sarana pembelajaran langsung bersama masyarakat,” tambahnya.

Dokter internsip adalah dokter umum yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Mereka telah memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Sementara, namun belum bisa praktik mandiri sebelum menyelesaikan masa internsip sebagai syarat utama untuk mendapatkan STR definitif dari Konsil Kedokteran Indonesia.

Naomi menekankan bahwa keberadaan dokter internsip sangat membantu daerah dalam meningkatkan cakupan layanan medis, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan tenaga kesehatan.

“Setelah menyelesaikan masa tugas satu tahun, ketujuh dokter ini akan kembali ke Kemenkes dengan membawa rekomendasi resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, sebagai bagian dari proses legalitas untuk menjadi dokter yang sah secara penuh,” terangnya.

Penempatan dokter intersip ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kesehatan dalam mendukung pemerataan tenaga medis di seluruh Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Pemerintah daerah, kata Naomi, menyambut baik penugasan ini dan akan memastikan para dokter internsip mendapat dukungan dan fasilitas yang memadai selama menjalankan tugas.

“Papua Barat Daya adalah provinsi baru yang terus membangun. Dukungan dari pusat, terutama melalui penguatan SDM kesehatan, menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan jumlah dokter internsip yang dikirim ke daerah ini bisa bertambah agar cakupan penguatan tenaga medis semakin luas, khususnya di kabupaten-kabupaten yang saat ini masih mengalami kekurangan dokter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.