Kemendikdasmen Perkuat Literasi Anak Melalui Pengembangan Pojok SIBI
📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:03 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat literasi para murid dengan meluncurkan hasil pengembangan Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) yang kini telah terintegrasi dengan Senayan Library Management System (SLIMS).
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan pihaknya terus berupaya memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, sekaligus ruang interaksi untuk memantik diskusi yang kritis, khususnya pada kalangan generasi muda.
“Untuk menegaskan sekali lagi peran perpustakaan sebagai pusat literasi bagi para murid dan teman-teman. Dan hari ini pula kami meresmikan SIBI dan mengintegrasikannya dengan SLIMS Perpustakaan Kemendikdasmen,” kata Suharti dalam kegiatan bertajuk Bedah Buku Bermutu 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia di Perpustakaan Kemendikdasmen Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Lebih lanjut,ia mengatakan implementasi SLIMS saat ini menjadi salah satu yang paling luas pemanfaatannya pada kalangan perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia.
Bahkan, lanjutnya, SLIMS juga telah diadopsi oleh berbagai negara di wilayah Asia Tengah, seperti Bangladesh.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mudah-mudahan Pojok SIBI bisa membuktikan menjadi salah satu inovasi untuk memperkuat dan meningkatkan literasi di Indonesia, menyediakan buku bermutu melalui sistem ini,” ujar Suharti.
Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen Supriyatno menambahkan buku-buku yang terbit di SIBI telah mendapat rekomendasi dari Pusat Perbukuan Kemendikdasmen.
Di samping itu ia menambahkan buku-buku di SIBI dapat diakses, dibaca, dan diunduh secara gratis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di SIBI bisa mendapatkan berbagai informasi terkait dengan perbukuan, khususnya buku-buku teks pelajaran yang saat ini digunakan di satuan-satuan pendidikan. Jadi buku yang ada di SIBI adalah buku-buku yang telah mendapatkan rekomendasi dan juga buku-buku teks utama sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!