Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendagri Nobatkan Banyuwangi sebagai Daerah Berprestasi dengan Kinerja Tinggi

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendagri Nobatkan Banyuwangi sebagai Daerah Berprestasi dengan Kinerja Tinggi Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyerahkan hasil evaluasi LPPD kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Balikpapan Sports and Convention Centre (BSCC), Kalimantan Timur, Jumat (25/4).

Banyuwangi - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai daerah dengan status "Kinerja Tinggi" dalam penilaian laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD).

Penilaian LPPD merupakan mekanisme tahunan dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengukur akuntabilitas dan efektivitas kinerja pemerintah daerah, dan cakupan evaluasi mencakup beragam aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan daerah, layanan pendidikan dan kesehatan, transparansi keuangan, pelestarian lingkungan hidup hingga inovasi daerah yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

"Hasil penilaian ini menjadi motivasi kami untuk terus melakukan perbaikan ke depan, terima kasih kepada pemerintah pusat, Kemendagri dan Pemprov Jatim yang terus memberikan bimbingan dalam menjalankan program-program pembangunan," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya di Banyuwangi, Jumat (25/4).

Menurutnya, program pembangunan di Banyuwangi dirancang agar selaras dengan agenda nasional dan kebijakan pemerintah provinsi, dan ini dilakukan untuk memastikan program kerja berdampak pada masyarakat, serta berkesinambungan dalam pembangunan jangka panjang.

"Seperti pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas utama Banyuwangi, dan juga menjadi prioritas Bapak Presiden Prabowo," ujar Ipuk.

Pengentasan kemiskinan di Banyuwangi, lanjutnya, dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga kemiskinan di Banyuwangi bisa terus ditekan.

Ipuk mencontohkan, seperti program Kanggo Riko yang merupakan bantuan modal usaha rumah tangga miskin terutama untuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Ada pula bantuan alat usaha, perbaikan warung rakyat, bedah rumah, beasiswa untuk anak dari keluarga tidak mampu dan berbagai program lainnya.

Hasilnya, kata Ipuk, persentase penduduk miskin di Banyuwangi turun menjadi 6,54 persen pada 2024 dari sebelumnya 7,34 persen pada 2023.

"Kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan dari 0,43 persen menjadi 0,29 persen dalam kurun waktu yang sama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.