Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kehidupan kedua sampah plastik jadi furnitur cantik

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 16:05 WIB | Oleh:
Kehidupan kedua sampah plastik jadi furnitur cantik Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Arsip foto - Sejumlah relawan membersihkan dan menyortir sampah plastik di gudang sortir Sungai Watch di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (24/3/2025).

Denpasar - Belasan relawan sibuk bergelut dengan sampah plastik penuh pasir dan lumpur kering, setelah dikumpulkan dari pesisir pantai dan sungai, ruang terbuka hijau hingga pegunungan.

Bertempat di salah satu gudang sortir sampah plastik yang dikelola organisasi lingkungan nonprofit Sungai Watch di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, para relawan membersihkan puluhan ton sampah plastik tiap harinya.

Dengan cekatan mereka memilah sampah plastik, sebelum dibersihkan dari kotoran yang menempel.

Sampah plastik itu kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya, seperti botol plastik, kantong, kemasan hingga bahan plastik lainnya.

Bagi sebagian besar orang, plastik-plastik itu hanyalah barang buangan yang tidak bernilai.

Hal itu tidak demikian dengan relawan komunitas yang melihat sisi lain dari upaya penting menyelamatkan lingkungan dari sampah plastik, yakni mendulang rupiah.

Meski begitu, tugas mereka yang kerap tidak tersorot publik itu tampaknya masih panjang karena tumpukan sampah plastik masih menggunung di gudang itu, menunggu giliran untuk dipilah.

Zero waste

Manager Lapangan Sungai Watch I Made Dwi Bagiasa menjelaskan dalam satu bulan organisasinya mengumpulkan rata-rata hampir 40 ton sampah plastik yang ditempatkan di lima titik gudang pemilahan di Bali.

Di stasiun Ketewel, Gianyar, misalnya, rata-rata mencapai sekitar empat ton per bulan, kemudian stasiun Kapal di Kabupaten Badung mencapai tujuh ton, Beraban di Kabupaten Tabanan sekitar enam ton, Pemogan di Kota Denpasar sekitar 11 ton dan di Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng sekitar 8,5 ton.

Selain itu, ada juga gudang sortir sampah plastik yang baru didirikan pada 2024 di Sidoarjo dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Sampah plastik itu dipungut dan diangkut dari hulu, yakni sejumlah sungai di Tanah Air, termasuk di Bali, karena organisasi itu telah memasang jaring penghalau sampah plastik.

Tujuannya, agar plastik itu tidak mencemari perairan yang hanyut hingga bermuara di laut.

Setidaknya ada sekitar 368 penyaring sampah plastik yang ditempatkan di sejumlah sungai di beberapa titik di Indonesia, sehingga polusi plastik tidak mengalir hingga bermuara ke laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.