Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawasan Geopark Maros-Pangkep Diusulkan Jadi Warisan Dunia

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Geopark Maros-Pangkep Diusulkan Jadi Warisan Dunia Doc: ANTARA/Suriani Mappong
Ket. General Manager Badan Pengelola Kawasan Geopark Maros-Pangkep Dedy Irfan

MAKASSAR - General Manager Badan Pengelola Kawasan Geopark Maros-Pangkep Dedy Irfan mengatakan bahwa setelah kawasan karst Maros-Pangkep mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Global Geopark, kini diusulkan menjadi warisan dunia (World Heritage).

"Kawasan bentangan karst merupakan kawasan lindung geologi yang harus diselamatkan, sehingga potensi ini diusulkan menjadi warisan dunia," kata Dedy di sela Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang diselenggarakan Badan Geologi Kementerian ESDM di Makassar, Selasa (19/11).

Dia mengatakan, posisi kawasan karst bentangan Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkep yang telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Global Geopark dan cagar biosfer ini diharapkan ke depan juga dapat menyandang warisan dunia.

Dengan penetapan sebagai warisan dunia kelak, lanjut dia, kawasan ini bukan hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sumber daya alam geologi melalui pertambangan, termasuk kawasan konservasi Maros dan Pangkep.

Menurut dia, sementara penetapan batas-batas kawasan geopark tersebut kurang lebih 5 ribu hektare di wilayah darat, dan selebihnya berada di perairan sekitar pulau-pulau di Kabupaten Pangkep hingga ke kawasan Kepulauan Spermonde di Makassar.

"Ketika berbicara isu karst, maka ada dua hal yang pertama dari sudut ekonomi atau pemanfaatan termasuk di dalamnya pertambangan, kemudian kedua isu perlindungan atau konservasi," kata dia.

Pada kesempatan ini, lanjut dia, yang sedang dibahas adalah konservasinya. Sedangkan persoalan pertambangan itu sendiri tidak ada masalah sepanjang berada di kawasan atau zona pertambangan.

Mengenai aktivitas pertambangan yang dapat mengancam kawasan konservasi, Dedy mengatakan, akan sangat berefek terutama pada pemanfaatan air tanah.

"Tentu dengan pertambangan yang ada di sekitar kawasan konservasi diharapkan dilakukan dengan remaining yakni pascapenambangan dilakukan perbaikan lingkungan," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

21 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.