Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karantina Malut Sertifikasi Kerang Dara untuk Diekspor ke Thailand

📅 Senin, 23 Feb 2026, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karantina Malut Sertifikasi Kerang Dara untuk Diekspor ke Thailand Doc: ANTARA
Ket. Petugas Karantina melakukan pendampingan dan pemeriksaan komoditas ekspor kerang dara ke Thailand, Senin (23/2/2026). 

TERNATE – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Maluku Utara (Malut) melakukan pendampingan dan sertifikasi komoditas perikanan berupa kerang dara hidup (Live Blood Cockle) sebanyak 300 kg yang akan diekspor  ke Thailand.

“Kami melakukan pendampingan dan pemeriksaan komoditas, untuk memastikan kualitasnya agar sesuai dengan persyaratan karantina negara tujuan dan menghindari penolakan atau Notification of Non Compliance (NNC),” kata Kepala Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo, dalam siaran pers di Ternate, Senin (23/2).

Petugas Karantina Maluku Utara melakukan pengawasan dan pemeriksaan di Instalasi Karantina Ikan (IKI) di PT Mitra Jaya Malut pada 21 Februari dini hari, kemudian pengiriman dilakukan esok harinya pada tanggal 22 Februari pagi hari.

Sebelum dikeluarkan sertifikat karantina ekspor (health certificate), petugas karantina melakukan pengawasan dan pemeriksaan kembali terhadap kerang dara yang sudah dikemas di kargo Bandara Sultan Babullah, guna memastikan komoditas memenuhi persyaratan negara tujuan.

Sugeng menambahkan bahwa untuk menjamin mutu dan keamanan produk, petugas karantina melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik secara fisik maupun klinis terhadap kerang dara, serta memverifikasi kelengkapan dokumen ekspor.

Pelayanan juga dilaksanakan secara cepat dan efisien melalui integrasi sistem dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggunakan sistem Single Submission (SSM) QC.

Menurut dia, konsistensi pengawasan dari hulu hingga hilir merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan pasar global.

“Ini merupakan komitmen kami bersama-sama pelaku usaha dan juga instansi terkait, dalam menjaga keamanan dan kualitas produk perikanan dari Maluku Utara di pasar internasional,” tegasnya.

Pengiriman komoditas ke Thailand tersebut telah berlangsung beberapa kali, hal ini menunjukkan bahwa adanya potensi kelautan dari Maluku Utara sekaligus mampu memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan internasional secara berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di pasar global.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Sugeng berharap ekspor kerang dara tersebut dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.