Kapal Perang AS Cegah Iran Sita Kapal Tanker Milik Chevron di Teluk Oman
📅 Kamis, 06 Jul 2023, 09:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Freshnewsasia/Reuters
DUBAI - Angkatan Laut AS mengatakan telah melakukan intervensi untuk mencegah Iran menyita dua kapal tanker komersial di Teluk Oman pada Rabu (5/7), yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di kawasan itu sejak 2019.
Disiarkan Freshnewsasia, Angkatan Laut AS dalam pernyataannya mengatakan, pada pukul 0100 waktu setempat, sebuah kapal angkatan laut Iran telah mendekati kapal tanker minyak TRF Moss berbendera Kepulauan Marshall di perairan internasional di Teluk Oman.
"Kapal Iran meninggalkan tempat kejadian ketika kapal perusak rudal USS McFaul tiba di stasiun," bunyi pernyataan itu. Angkatan Laut AS telah mengerahkan aset pengawasan termasuk pesawat patroli maritim.
Angkatan Laut AS mengatakan, sekitar tiga jam kemudian menerima panggilan darurat dari kapal tanker minyak berbendera Bahama Richmond Voyager saat kapal berada lebih dari 20 mil (32 km) di lepas pantai Muscat, Oman, dan transit di perairan internasional.
"Kapal angkatan laut Iran lainnya telah mendekat dalam jarak satu mil dari Richmond Voyager sambil menyerukan kapal tanker komersial untuk berhenti," bunyi pernyataan Angkatan Laut AS. McFaul mengarahkan jalur ke kapal dagang dengan kecepatan maksimum.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebelum McFaul tiba di tempat kejadian, personel Iran menembakkan beberapa tembakan panjang dari senjata ringan dan senjata yang digunakan awak," kata Angkatan Laut AS.
"Richmond Voyager tidak mengalami kerusakan yang berarti atau jatuh korban. Namun, beberapa peluru menghantam lambung kapal di dekat tempat tinggal awak kapal. Kapal angkatan laut Iran pergi saat McFaul tiba."
Perusahaan minyak besar AS Chevron (CVX.N) mengonfirmasi mereka mengelola Richmond Voyager, awak kapal selamat dan kapal beroperasi secara normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Manajer TRF Moss terdaftar di basis data publik Equasis sebagai Navig8 Chemicals Asia yang berbasis di Singapura. Namun Navig8 mengatakan kepada Reuters bahwa itu tidak terkait dengan kapal tanker tersebut.Manajer kapal tidak dapat segera ditemukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!