Judi Naik Daun di Bulan Puasa! Warga RI Paling Doyan Main, ini Faktanya
📅 Senin, 14 Jul 2025, 12:55 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Instagram/Polda DIY
Jakarta - Bulan Ramadhan, yang seharusnya menjadi waktu penuh berkah dan refleksi diri, justru jadi ajang perjudian bagi sebagian warga Indonesia. Aneh, tapi nyatanya selama bulan puasa, justru tercatat ada peningkatan aktivitas perjudian yang cukup signifikan. Padahal, bulan suci ini seharusnya menjadi momen untuk memperbanyak ibadah, bukan malah mencari keuntungan instan melalui cara yang jelas melanggar hukum.
Memang, bagi sebagian orang, tekanan menjelang Lebaran menjadi hal yang cukup memusingkan. Kebutuhan belanja yang meningkat, ditambah lagi dengan suasana euforia menjelang Idul Fitri, membuat banyak orang merasa tertekan. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit yang kemudian mencoba peruntungan cepat melalui perjudian. Inilah yang menjadi salah satu fenomena yang cukup kontradiktif di bulan penuh rahmat ini.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perjudian tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) pada periode Januari hingga Mei 2025. Dengan kontribusi sebesar 48,4%, perjudian menjadi tindak pidana terbesar yang dilaporkan dalam kumulan LTKM pada periode tersebut.
Urutan kedua diisi oleh penipuan yang menyumbang 16,4%, diikuti dengan tindak pidana lain yang terancam hukuman 4 tahun (12,5%). Penggelapan menyumbang 4,4%, korupsi sebesar 4,5%, dan sisanya adalah tindak pidana lainnya (13,8%).
Peningkatan Judi di Bulan Puasa: Terbukti!
Yang lebih mengejutkan lagi, meski bulan Ramadhan seharusnya menjadi momen beribadah, aktivitas perjudian justru mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2025, yang kebetulan bertepatan dengan bulan puasa. Menurut catatan PPATK, pada bulan puasa itu, transaksi perjudian tercatat meningkat 47,82% dari bulan sebelumnya. Total kasus perjudian yang tercatat dalam LTKM mencapai 9.718 tindak pidana, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Februari 2025 yang hanya tercatat 6.574 kasus.
Dengan adanya peningkatan ini, semakin jelas bahwa di balik aura suci Ramadhan, masih ada sebagian orang yang memilih untuk mencari jalan pintas lewat perjudian meskipun sadar bahwa ini adalah perilaku yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma yang ada di masyarakat.
Ramadhan: Antara Ibadah dan Godaan Dunia
Fenomena ini tentunya menjadi ironi tersendiri, di mana di tengah intensnya ibadah dan berbuat kebaikan, ada sebagian orang yang malah terjebak dalam godaan duniawi. Tekanan sosial, ekonomi, dan mungkin juga rasa ingin terbebas dari masalah keuangan, menjadi faktor yang mendorong orang untuk berjudi. Apakah itu untuk membeli pakaian Lebaran, atau sekadar memenuhi kebutuhan yang semakin mendesak perjudian menjadi pelarian yang tampaknya mudah dipilih.
Namun, meski ada fenomena semacam ini, kita tak bisa menutup mata bahwa bulan puasa tetap menjadi waktu refleksi diri bagi banyak orang. Bagi mereka yang terjebak dalam kebiasaan buruk ini, Ramadhan seharusnya bisa menjadi waktu untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!