Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak, Filipina Umumkan Keadaan Darurat
📅 Rabu, 25 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiTOKYO - Jepang akan melepas cadangan minyak negara mulai Kamis (26/3) di tengah kekhawatiran pasokan akibat perang AS-Israel terhadap Iran, kata Perdana Menteri Sanae Takaichi, Selasa (24/3).
Langkah tersebut diumumkan dalam pertemuan kabinet yang membahas dampak eskalasi di Timur Tengah terhadap perekonomian Jepang.Kebijakan itu diambil setelah pelepasan cadangan minyak dari sektor swasta dimulai pekan lalu.
Takaichi mengatakan cadangan minyak milik negara-negara Timur Tengah yang disimpan di Jepang juga akan mulai digunakan pada akhir bulan ini."Perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sangat penting bagi Jepang dan komunitas internasional," katanya seperti diberitakan Kyodo.
Ia menambahkan Tokyo akan terus "melakukan semua upaya diplomatik yang diperlukan dalam koordinasi erat dengan negara-negara terkait."
Takaichi juga mengatakan dirinya dan Presiden AS Donald Trump menegaskan pentingnya menjaga pasokan energi yang stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu dilakukan dengan memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz, jalur utama transportasi minyak global, dalam pertemuan di Washington pekan lalu.
Menjelang pengumuman bersama Badan Energi Internasional, Takaichi pada 11 Maret mengatakan Jepang akan mulai melepas cadangan minyak sektor swasta setara 15 hari mulai 16 Maret.
Langkah tersebut akan diikuti pelepasan cadangan minyak negara setara satu bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Filipina Darurat
Sementara itu, Pemerintah Filipina pada Selasa menjadi negara pertama yang resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan GMA News, Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif yang secara formal memberlakukan keadaan darurat dan mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah Filipina untuk mengatasi kedaruratan energi adalah meluncurkan program "UPLIFT", yaitu suatu kerangka dukungan menyeluruh untuk kehidupan masyarakat, industri, pangan, dan transportasi.
Langkah tersebut ditujukan untuk membantu sektor-sektor penting termasuk transportasi, pertanian, dan UMKM.
Pejabat setempat mengatakan pernyataan darurat memberi lampu hijau bagi implementasi pendekatan menyeluruh di tingkat pemerintah pusat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!