Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang akan Lanjutkan Uji Coba Pemindahan Puing-puing Fukushima

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 16:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang akan Lanjutkan Uji Coba Pemindahan Puing-puing Fukushima Doc: CNA/AP/Kyodo
Ket. Foto udara ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak, terletak di kota pesisir Okuma dan Futaba, timur laut Jepang pada 11 Februari 2024.

TOKYO - Operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang terkena bencana di Jepang, Kamis (5/9), mengatakan pihaknya bermaksud melaksanakan uji coba pemindahan puing-puing yang sangat radioaktif minggu depan, setelah upaya sebelumnya ditangguhkan.

Tiga belas tahun setelah gempa bumi dan tsunami melanda Fukushima-Daiichi dalam salah satu kecelakaan nuklir terburuk di dunia, sekitar 880 ton material yang sangat berbahaya masih berada di dalamnya.

Akhir bulan lalu, Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo (Tepco) terpaksa menghentikan prosedur pemindahan setelah terjadi masalah teknis yang melibatkan pemasangan peralatan yang diperlukan.

"Kami akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempersiapkan dimulainya kembali... dan kami akan dapat melanjutkannya minggu depan jika semuanya berjalan lancar sesuai jadwal," kata juru bicara Tepco kepada wartawan.

Tiga dari enam reaktor Fukushima-Daiichi sedang beroperasi saat tsunami melanda pada 11 Maret 2011, merusak sistem pendingin dan membuatnya hancur dalam bencana nuklir terburuk sejak Chernobyl.

Di tiga unit pembangkit listrik Fukushima, bahan bakar dan material lainnya meleleh lalu memadat menjadi "puing-puing bahan bakar" yang sangat radioaktif.

Operasi baru ini bertujuan untuk mengambil sampel puing dan mempelajarinya guna memutuskan langkah selanjutnya.

Tepco mengerahkan dua drone mini dan "robot berbentuk ular" di dalamnya pada bulan Februari, sebagai bagian dari persiapan pemindahan.

Puing-puing tersebut memiliki tingkat radiasi yang sangat tinggi sehingga Tepco harus mengembangkan robot khusus yang mampu berfungsi di dalamnya.

Tahun lalu, Tepco mulai membuang ke Samudra Pasifik air limbah sebanyak 540 kolam renang Olimpiade yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak.

Namun, pemindahan puing-puing tersebut telah lama dijuluki tantangan paling berat dalam proyek penghentian operasi pabrik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Penurunan jumlah penduduk m...
Luar Negeri
Korban Gempa Kolombia Terus...
Nasional
Kreativitas siswa semarakka...
Daerah
Pembersihan eceng gondok di...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.