Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jenderal Bintang Satu Ini Tegaskan, Pengadaan Perangkat Gas Air Mata Sesuai Ketentuan

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 03:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jenderal Bintang Satu Ini Tegaskan, Pengadaan Perangkat Gas Air Mata Sesuai Ketentuan Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) DivHumas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan (tengah) memperlihatkan foto senjata gas air mata yang dibeli Polri, Jumat (14/7/2023).

Jakarta - Jenderal bintang satu yang kini menjabat Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyebut pengadaan perangkat gas air mata milik Polri senilai Rp49 miliar sesuai dengan ketentuan.

"Proses pengadaan sesuai dengan ketentuan, saya ulangi proses pengadaan barang-barang yang sampaikan sesuai ketentuan," kata Ramadhan di Jakarta, Jumat.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan, pengadaan perangkat 1.857 unit senjatapepper projectile launchesesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah yang ditayangkan melalui LPSE Polri.

Menurut dia, Polri mengalokasikan dana sebesar Rp17,46 miliar untuk 1.857 unit senjatapepper projectile lauche. Jika dikalkulasikan, satu pucuk senjata bernilai Rp9,4 juta.

"Polri melaksanakan pengadaanpepper projectile launcherdengan sumber anggaran APBN 2022 sebagai bagian dari program modernisasi almatsus dan sarana prasarana Polri," tuturnya.

Anggaran juga digunakan untuk kelengkapan lain senilai Rp32,39 miliar. Terdiri dariextra magazine, kantongholder, amunisi, bubuk lada dan gas air mata.

Ramadhan menegaskan, pembayaran atas pengadaan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang ada sebesar Rp49 miliar lebih.

"Tidak ada kelebihan pembayaran atas kegiatan pengadaan tersebut. Seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2022," ujar Ramadhan.

Ramadhan juga menjelaskan terkait kesalahan input data yang menjadi catatan Indonesia Corupption Wacth (ICW), terkait kelebihan bayar yang dilakukan Polri dalam pengadaan tersebut.

Ia memaparkan, kelebihan bayar itu terjadi karena ada kesalahan input data yang semestinya 1.857 unit ter-input 187 unit. "Nah itu ya, sehingga ada pemberitaan kelebihan bayar," katanya.

Jadi kata dia, angka 1.857 dikalikan dengan harga yang disebutkan tadi sehingga diperoleh angka yang sesungguhnya. Karena kesalahan input data tersebut terjadi perbedaan sangat signifikan dari 1.857 menjadi 187 unit.

"Ini kesalahan input di 'sirup' (Sistem informasi rencana umum) pengadaan SIRUP LKPP. Jadi persoalannya ketika orang mengatakan kelebihan bayar karena terjadi selisih antara 1.857 dengan 187 yang jelas pelaksanaan sesuai 1.857 bukan 187," papar Ramadhan.

Adapun 1.857 pucuk senjatapepper projectile launchedialokasikan untuk personel Polda Metro Jaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.