Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jeffrey Epstein, Belenggu sekaligus Hantu bagi Pemerintahan Donald Trump

📅 Senin, 09 Feb 2026, 08:02 WIB | Oleh:
Jeffrey Epstein, Belenggu sekaligus Hantu bagi Pemerintahan Donald Trump Doc: istimewa
Ket. Jeffrey Epstein

JAKARTA - Jeffrey Esptein adalah pemodal Amerika Serikat (AS) yang memiliki koneksi orang-orang sangat berkuasa di seantero dunia. Dia juga penjahat seks anak, pemerkosa berantai, dan pelaku perdagangan manusia.

Polisi pertama kali menyelidikinya pada 2005 setelah satu keluarga melaporkan pelecehan seksual terhadap anak mereka yang berusia 14 tahun. Setelah itu, keluarga-keluarga lain melaporkan hal yang sama.

Tiga tahun kemudian, pada 2008, Epstein divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Florida atas kasus pelacuran. Dia dijatuhi hukuman tergolong ringan, 18 penjara, yang itu pun tak sepenuhnya dia jalani.

Sepuluh tahun setelah Epstein tuntas menjalani hukuman, FBI menyelidiki lagi kasusnya pada 2018. Dia ditahan pada 2019, lalu mati bunuh diri dalam tahanan tahun itu juga.

Sejak kabar kematian Epstein yang dianggap ganjil dan misterius oleh sejumlah kalangan, kasus Epstein malah membesar, terutama karena investigasi pihak berwajib AS menunjukkan adanya jejaring koneksi yang melibatkan orang-orang sangat berkuasa, termasuk Donald Trump, yang kini presiden Amerika Serikat.

Sewaktu kampanye untuk Pemilu 2024 Trump telah berjanji akan merilis arsip-arsip kejahatan Epstein.

Tapi hampir setahun, Trump belum juga memenuhi janjinya, sampai Wall Street Journal pada Juli 2025 mempublikasikan album kumpulan ucapan ulang tahun ke-50 untuk Epstein dari sejumlah tokoh dunia (termasuk Trump). Album itu bertahun 2003 saat Epstein genap berusia 50 tahun.

Trump lalu menggugat Wall Street Journal. Justru dari situ bola semakin liar. Dua bulan kemudian pada September 2025, Komisi Pengawasan dan Reformasi Pemerintahan pada DPR AS, merilis album itu ke publik.

Setelah itu tekanan politik terhadap Trump membesar, termasuk dari kolega-koleganya di Partai Republik, sampai dia terpaksa menandatangani UU Transparansi Arsip Epstein pada November 2025.

UU itu memberi wewenang kepada Kejaksaan Agung AS untuk merilis dokumen, rekaman, dan arsip-arsip berkaitan dengan Epstein.

Arsip itu baru dikeluarkan Januari tahun ini, tak lama setelah AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan di tengah situasi panas dengan Iran.

Dimensi Moral

Tulisan ini tak akan membahas kasus Epstein yang memang menyeramkan, penuh intrik, berdimensi moral dan memicu teori konspirasi liar tentang elite global itu, melainkan mencoba memadankannya dengan langkah-langkah Trump belakangan ini.

Berbagai kalangan menilai aneh terhadap manuver global Trump belakangan ini; mulai dari menculik Nicolas Maduro, mengusik Greenland, sampai memprovokasi Iran untuk berperang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.