Jakarta Gandeng Milan di Ajang Dunia, Angkat Seni Publik Jadi Identitas Kota Global
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 15:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mencetak prestasi di tingkat internasional dengan terpilihnya sebagai satu dari 19 kota dunia yang berpartisipasi dalam Leadership Exchange Programme (LEP) 2025 yang digagas oleh World Cities Culture Forum (WCCF). Dalam ajang bergengsi ini, Jakarta berkolaborasi dengan Kota Milan mengangkat tema “Public Art and Co-Creation” yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga budaya dan masyarakat dalam menghadirkan seni publik yang merefleksikan identitas lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, mengatakan bahwa partisipasi Jakarta dalam program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran kebudayaan dalam membentuk karakter dan wajah kota. “Kami berharap, kolaborasi ini dapat menghadirkan karya seni publik yang tidak sekadar hadir sebagai karya, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kedekatan emosional terhadap budaya Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/10).
Program LEP sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 dan hingga kini telah memberdayakan lebih dari 185 pemimpin kota dari 22 negara di dunia. Melalui pertukaran pengalaman dan ide, program ini berhasil mendorong adopsi kebijakan budaya yang progresif serta mempercepat transformasi positif bagi pembangunan kota berkelanjutan.
Keikutsertaan Jakarta dalam LEP 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI dalam menjadikan budaya sebagai pilar utama pembangunan perkotaan. Hal ini juga sejalan dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menempatkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya, dengan penekanan pada pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada masyarakat.
Dalam program LEP 2025, Jakarta memperkenalkan inisiatif bertajuk “Titik Temu” (The Meeting Point) sebagai bentuk pertukaran gagasan dengan Milan. Program ini bertujuan mengintegrasikan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat komunitas, sekaligus memperkuat jejaring antarwarga agar lebih berdaya dan berpartisipasi aktif dalam menghidupkan ruang publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, “Titik Temu” juga menjadi strategi jangka panjang Jakarta dalam mendukung transformasi menuju kota global berkelas dunia. Saat ini, Jakarta berada di posisi ke-74 dari 156 kota dunia dan menargetkan masuk ke jajaran 20 besar kota global pada tahun 2045, seiring dengan perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Pemprov DKI Jakarta berencana mengaktifkan titik-titik budaya di 44 kecamatan dan 267 kelurahan untuk menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat yang hidup, berkelanjutan, dan inklusif. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman budaya warga, tetapi juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang kreatif dan terbuka bagi kolaborasi lintas budaya.
Selain Jakarta dan Milan, sejumlah kota besar dunia juga turut berpartisipasi dalam LEP 2025, antara lain London, New York, Barcelona, São Paulo, Toronto, dan Dubai. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 19 kota dari berbagai belahan dunia, termasuk Amsterdam, Boston, Cologne, Guangzhou, Kyiv, Los Angeles, Montréal, San Francisco, Stockholm, Vancouver, dan Warsawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendiri sekaligus Ketua World Cities Culture Forum (WCCF) yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota London Bidang Kebudayaan dan Industri Kreatif, Justine Simons OBE, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata bagaimana kota-kota besar dapat saling belajar dan bertransformasi melalui kebudayaan.
“Ketika para pemimpin kota berbagi ide terbaik dan belajar dari praktik nyata, kita mempercepat transformasi dan membuka potensi budaya untuk membangun masa depan kota yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur WCCF Laia Gasch menegaskan bahwa dunia kini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, migrasi, hingga ketimpangan sosial.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, kolaborasi dan pembelajaran antarkota menjadi hal yang sangat penting. Leadership Exchange Programme hadir untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat perubahan,” ungkapnya.
Adapun topik yang diangkat dalam LEP 2025 meliputi pengembangan ekonomi malam, penataan ulang ruang publik, dukungan bagi tenaga kerja kreatif, seni publik berbasis ko-kreasi, hingga pengembangan kota ramah pejalan kaki dan industri film. Jakarta bersama Milan dipercaya mengusung tema seni publik berbasis ko-kreasi sebagai simbol kebangkitan budaya urban yang partisipatif dan inklusif.
Melalui keikutsertaan dalam LEP 2025, Jakarta tidak hanya memperkuat posisinya di kancah global, tetapi juga menegaskan tekadnya untuk menjadi kota yang berbudaya, berdaya saing, dan berjiwa kolaboratif. Kolaborasi Jakarta–Milan menjadi langkah strategis menuju masa depan di mana kebudayaan bukan sekadar identitas, tetapi juga kekuatan utama dalam membangun kota yang lebih hidup dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!