Jaga Daya Beli, Syarat Utama Menuju Pertumbuhan yang Lebih Tinggi
📅 Senin, 17 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Kebijakan yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi adalah belanja prioritas, insentif sektor tertentu, serta stabilisasi harga dan pasokan.
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis perekonomian Indonesia pada 2026 lebih baik dari tahun ini dengan tumbuh di kisaran 6 persen. Optimisme itu karena Pemerintah saat ini sudah banyak menjalankan kebijakan yang mampu mendorong kemajuan ekonomi.
“Kalau kebijakan yang sekarang dijalankan terus dengan baik, kita berada di arah yang benar,” kata Purbaya di Jakarta, Minggu (16/11).
Khusus pada triwulan IV 2025, dia yakin pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,7 persen, serta memastikan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dengan menjaga defisit fiskal di bawah tiga persen.
“Defisitnya masih aman, kita jaga di bawah tiga persen, jadi nggak usah takut saya melanggar prinsip kehati-hatian pengelolaan fiskal,” kata Purbaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menkeu sebelumnya juga menyampaikan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 yang tercatat 5,04 persen menunjukkan bahwa APBN dikelola secara efektif. Momentum pertumbuhan ekonomi jelasnya berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja sebesar 1,9 juta orang.
Jumlah pengangguran turun 4.000 orang menjadi 7,46 juta dibandingkan Agustus 2024, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,91 persen di Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.
Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,89 persen (yoy), seiring meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 5,49 persen dengan belanja barang dan belanja pegawai masing-masing tumbuh 19,3 persen dan 9,0 persen merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang daya beli melalui percepatan dan optimalisasi belanja.
Di sisi lain, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen (yoy) didukung keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang stabil dan mendukung ekspansi usaha.
Kurangi Belanja
Menanggapi keyakinan Pemerintah itu, pakar ekonomi dari Universitas Surabaya, Wibisono Hardjopranoto, mengatakan, harapan pertumbuhan 6 persen tersebut dapat tercapai asalkan pemerintah memperhatikan syarat utamanya yaitu menjaga konsumsi masyarakat khususnya daya beli.
“Pertumbuhan kita masih bersifat consumption driven, jadi itu yang harus dipertahankan, bahkan sebisa mungkin ditingkatkan dari yang ada sekarang kalau mau 6 persen, karena itu tinggi. Untuk itu, Purbaya punya PR menjaga daya beli masyarakat karena kita tahu sekarang sedang turun, ada PHK,inflasi, dan masalah BBM di sebagian Jatim,” katanya.
Turunnya daya beli itu dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan. Ketika (daya beli) menurun, masyarakat cenderung mengurangi belanja barang dan jasa. Inimenyebabkan penurunan permintaan agregat, yang akhirnnya dapat memperlambat pertumbuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!