Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ironi-ironi Miris di Kota Teraman

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Ironi-ironi Miris di Kota Teraman Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Hingga kini banyak yang mencermati dan mencoba mengartikan keterkejutan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat mendengar Jakarta dinobatkan sebagai Kota Teraman (kedua) di ASEAN. Sikap itu mungkin bisa ditafsirkan, benarkah Jakarta aman dan layak menerima predikat tersebut?

Sebab penobatan itu datang hanya beberapa waktu setelah Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2026, hampir tengah malam, mengalami kejadian miris. Dia diserang orang-orang tak beradab menggunakan air keras ke matanya, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Tak sampai sebulan, 7 April 2026, Global Residence Index, menghadiahi Jakarta sebagai Kota Teraman di ASEAN, setelah Singapura.

Mungkin tak hanya sang gubernur yang terkejut. Banyak warga Jakarta pun ikut kaget dan mempertanyakan apakah Jakarta benar-benar layak menerima predikat tersebut. Sebab kejahatan jalanan terus saja terjadi tiap hari.Memang sebenarnya rilis predikat itu terjadi 16 Januari 2026, tapi kejahatan terus terjadi sebelum dan sesudah tanggal itu.

Bahkan tak jauh dari insiden Andrie, serangan air keras jalanan juga dialami remaja MR (16) pada tanggal 26 Februari 2026 di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Kejahatan ini miris karena para pelakunya masih di bawah umur! Pramono menilai, pencapaian tersebut tidak lepas dari kemampuan ibu kota dalam menjaga keamanan dan keharmonisan, terutama saat berlangsungnya berbagai momen besar keagamaan.

Boleh saja Global Residence Index (GRI) memberi predikat Jakarta Kota Teraman, akan tetapi kejahatan jalanan tak pernah tak terjadi tiap hari di Jakarta. Kejahatan-kejahatan tersebut berupa penjambretan atau pembegalan. Mungkin ini dianggap kejahatan keci, tetapi justru itu yang terus dialami dan menghantui kebanyakan rakyat kecil. Warga tak aman bahkan di rumah sendiri. Anak-anak tak bebas lagi bermain di halan rumah sendiri. Seantero Jakarta telah menjadi ladang penjambret. Mereka sudah masuk ke gang-gang mengincar anak-anak yang bermain handphone.

GRI mungkin memiliki kriteria tersendiri, tapi penjambretan dan begal, paling meresahkan dan paling menakutkan rakyat kecil. Kejahatan jalanan Jakarta terus meningkat dari hampir 27.000 pada tahun 2020 menjadi mendekati 33.000 pada tahun 2022. Yang amat mengenaskan, menurut catatan FHUI, penjahatnya kebanyakan laki-laki berusia remaja hingga muda (15-24)!

Sebenarnya, kejahatan tersebut (jambret dan begal) masuk dalam indikator keamanan GRI juga. Tentu di luar jambret dan begal, banyak juga kejahatan lain seperti pembunuhan, tapi meski tidak tiap hari, cukup sering juga terjadi di Jakarta. Belum lagi tawuran antarpelajar atau antarwarga.

Survei Global antara lain menggunakan indikator seperti tingkat kejahatan pembunuhan, risiko kasus penculikan, risiko keamanan, dan ketidakstabilan politik. Mungkin tepat untuk kestabilan politik, di Jakarta termasuk aman. Tapi untuk tingkat kejahatan dan risiko keamanan, jelas berbeda. Risiko kejahatan itu selalu mengintip. Demikian juga dengan risiko keamanan. Sebab kejahatan dan keamanan selalu dalam satu keping koin dengan dua sisi: kejahatan dan keamanan.

Sekadar pelengkap tulisan dan pengingat, ada beberapa kejadian kejahatan ‘terbaru.’ Untuk April 2026 (1) empat penjahat bercelurit menyerang pengendara motor di bawah JPO Halte Jembatan Merah, Gunung Sahari untuk membawa kabur motornya dan ponsel. (2) Di Rawabuaya, penjahat brutal merampok. (3) Di Pluit bahkan seorang pemadam kebakaran dibegal secara sadis.

Kemudian, (4) Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat tiga penjahat menyerang korban dengan sadis. (5) Di Cengkareng, pemotor listrik disiram air keras. (6) Di Jakarta Selatan, seseorang dibacok penjahat. (7) Di Kampung Baru, Jakpus, seorang pria bernama Maxi Bless tewas dibacok.

Tahun 2025 ada kasus yang menonjol. (1) Di Rawamangun, pemilik ruko, Jap Sugiharto (69), dicor di dalam saluran pembuangan air. (2) Kepala KCP Bank diculik dan dibunuh. (3) Wanita dimutilasi karena hubungan asmara, dimasukkan ke dalam koper merah. (4) Di Jagakarsa, 4 anak dibunuh ayah kandung. (5) Di Jakarta Selatan, pemandu lagu dibunuh dimasukkan dalam lemari. Di mana rasa aman itu? Empat anak dibunuh di rumah. Kalau di rumah saja tidak aman, lalu harus ke mana anak-anak?

Jadi, dari beberapa contoh pengingat kejadian kejahatan tersebut, tingkat ‘kualitasnya’ sangat sadis dan mengerikan. Perspektif ini tidak bermaksud menyangkal predikat tersebut. Namun, hanya mengingatkan agar jangan terlena penilaian (bagus) orang asing. Mengapa? Sebab warga kelas bawah Jakarta paling merasakan bahwa jambret, begal, penculikan, pembunuhan itu terus jadi menu keseharian.

Dengan kata lain, predikat Kota Teraman, hendaknya menjadi bahan refleksi:APAKAH BENAR ADANYA? Tiap hari warga terus dihantui maling, bahkan hingga ke gang-gang di mana anak pun tak aman lagi bermain di depan rumah sendiri, karena jambret menyusuri tiap gang. Bahkan di siang bolong pun penjahat tak ada takutnya secepat kilat masuk rumah dan mengambil dompet, HP, dan motor.

Maka, banyak warga menuntut diperbanyak CCTV. Saat ini baru ada 7.000 CCTV di Jakarta. Padahal kota besar seperti Jakarta, menurut Sekretaris Komisi A DPRD Jakarta, Syarief, memerlukan setidaknya 70.00 CCTV. Itu baru bisa dikatakan Jakarta sebagai sebuah safe city.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.