Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlindungan Jamsostek untuk 1.724 Pekerja Rentan di Pamekasan

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlindungan Jamsostek untuk 1.724 Pekerja Rentan di Pamekasan Doc: Antara

Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memberikan perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kepada 1.724 pekerja rentan di wilayah itu.

"Ke 1.724 pekerja rentan yang mendapatkan bantuan tersebut terdiri atas 1.224 buruh tani tembakau dan 500 orang nelayan," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM-Naker) Kabupaten Pamekasan Achmad Sjaifudin di Pamekasan, Kamis.

Ia menjelaskan bentuk perlindungan kepada mereka itu dengan mengikutsertakan mereka pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) diterima Pemkab Pamekasan.

"Ada dua jenis perlindungan yang mereka dapat, yakni Jaminan Keselamatan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," kata dia.

Dia mengatakan iuran masing-masing penerima manfaat program itu RpRp16.500 yang  langsung dibayarkan Pemkab Pamekasan kepada BPJS Ketenagakerjaan, untuk jangka waktu enam bulan.

"Target awal kami hingga satu tahun, akan tetapi karena kemampuan keuangan terbatas, maka kami hanya mampu membantu iuran ke 1.724 pekerja rentan ini selama enam bulan," katanya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili mengatakan kepesertaan program Jamsostek bagi pekerja rentan itu masih jauh dari ketentuan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pamekasan 2025-2029.

Dia mengatakan petani tembakau yang seharusnya tercakup program bantuan itu, 55.509 orang dan jumlah nelayan 1.990 orang.

"Kami di DPRD Pamekasan memahami, mengapa pagu bantuan perlindungan keselamatan kerja bagi pekerja rentan tak sesuai target, karena faktanya, anggaran di Pamekasan memang terbatas," katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan atas realisasi program tersebut di lapangan agar tepat tepat guna dan berdaya guna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.