Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Gelar pemilu, Kelompok Konservatif Diperkirakan akan Mendominasi

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran Gelar pemilu, Kelompok Konservatif Diperkirakan akan Mendominasi Doc: AFP/Atta Kenare
Ket. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan suaranya, mengimbau masyarakat untuk melakukan hal yang sama karena “musuh-musuh Iran ingin melihat apakah rakyat hadir”.

TEHERAN - Rakyat Iran memberikan suara pada Jumat (1/3) dalam pemilihan parlemen dan badan ulama penting, di tengah kekhawatiran akan rendahnya jumlah pemilih dan kelompok konservatif diperkirakan akan memperketat cengkeraman pada kekuasaan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei adalah orang pertama yang memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di pusat kota Teheran, televisi pemerintah melaporkan.

Pemilu tersebut merupakan yang pertama di Iran sejak aksi protes meletus pasca kematian Mahsa Amini dalam tahanan, setelah ditangkap atas dugaan pelanggaran aturan berpakaian ketat bagi perempuan di negara tersebut.

Sejak pemilu terakhir, Iran juga terkena dampak buruk sanksi internasional yang berujung pada krisis ekonomi.

Lebih dari 61 juta orang dari 85 juta penduduk Iran berhak memilih anggota parlemen serta ulama di Majelis Ahli, badan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran.

Namun, tingkat partisipasi pemilih diperkirakan rendah, setelah jajak pendapat TV pemerintah menunjukkan lebih dari separuh responden tidak peduli terhadap pemilu.

"Misalkan saya memilih: apa yang akan berubah?"kata seorang remaja berusia 21 tahun dari provinsi Kurdistan barat."Mereka (pejabat terpilih) tidak menepati janji mereka."

Komentarnya juga diamini Hashem, pria berusia 32 tahun dari provinsi barat daya Khuzestan."Masalah pemilu adalah masyarakat tidak senang dengan sistem ini karena situasi politik dan ekonomi," katanya.

Pemilih lainnya, Moradiani dari Teheran selatan, mengatakan akan memperhatikan seruan Khamenei untuk memilih.

"Pemimpin mengatakan berpartisipasi dalam pemilu adalah suatu kewajiban," katanya, "seperti halnya wajib bagi kita untuk berdoa."

Calon Diperiksa

Pemilihan parlemen terakhir Iran pada tahun 2020 menghasilkan jumlah pemilih sebesar 42,57 persen - terendah sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Hadi Tahan Nazif, juru bicara Dewan Wali yang memilah para kandidat, menyuarakan optimismenya mengenai jumlah pemilih pada hari Jumat, dan mengatakan hasilnya "bahkan lebih baik" dibandingkan empat tahun lalu.

Khamenei pada hari Jumat meminta masyarakat untuk memilih. Ia mengatakan "penonton dari seluruh penjuru mengamati urusan negara kita; membuat teman-teman (Iran) senang dan para simpatisan kecewa".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.