Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Integritas Pengambil Keputusan Jadi Pertimbangan Investor Berbisnis

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Integritas Pengambil Keputusan Jadi Pertimbangan Investor Berbisnis Doc: AFP
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA - Integritas merupakan kurs bagi pelaku ekonomi terutama dalam mengambil keputusan. Integritas dimulai dari kampus seperti tidak menyontek dan tepat janji.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menyambangi almamaternya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Jakarta, Rabu (28/8), mengatakan ekonomi merupakan ilmu mengelola rumah tangga (household) yang memiliki banyak kebutuhan.

Pada dasarnya, setiap rumah tangga harus mengambil keputusan dalam memenuhi kebutuhan dengan mempertimbangkan pendapatan yang ada, sumber daya yang dimiliki, hingga biaya yang dikeluarkan.

"Apa pun profesi kalian, pasti diajar dengan value (nilai) yang baik. Integritas itu tidak usah muluk-muluk. Jangan menyontek, tepati janji, itu integritas. Pegang terus prinsip yang baik karena itu adalah currency (kurs) kalian yang tidak bisa diperjualbelikan," kata Menkeu.

Sama dengan mengelola keuangan negara, negara maju sebutnya mungkin memiliki rumah tangga yang relatif kaya, namun harus tetap membuat keputusan mengenai pengelolaan sumber-sumber yang dimiliki. Serupa, negara miskin pun juga perlu membuat keputusan itu, namun dengan sumber daya yang lebih terbatas sehingga pertimbangannya jauh lebih kompleks.

Menkeu pun menekankan pentingnya membangun karakter, sehingga sumber daya manusia (SDM) yang dibentuk mampu menjaga integritas sebagai profesional.

Pelaksana Harian, Dekan FEB UI, Arief Wibisono Lubis, menyatakan pembelajaran ekonomi dan bisnis di FEB UI dibarengi dengan pembentukan karakter yang beretika untuk menciptakan SDM yang memiliki integritas tinggi.

"Terkait pembangunan karakter, di mana ditegaskan bahwa teman-teman harus menjaga integritas," kata Arief.

Keteladanan

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan integritas satu kata dengan perbuatan yang tidak banyak dimiliki oleh banyak pemimpin dan elite di negeri ini.

Oleh sebab itu, anak muda harus diajar dengan keteladanan para pemimpin bangsa tentang sikap kenegarawanan, bukan ambisi pribadi dan haus berkuasa.

Integritas, katanya, juga membantu meningkatkan daya saing bangsa ke depannya sebab erat hubungannya dengan korupsi, bagaimana menolak gratifikasi ketika menjabat.

Dengan kata lain, apabila generasi muda berintegritas maka masa depan banga ke depan juga akan cerah. Investasi akan tertarik masuk karena bagusnya tata kelola negara. "Dengan meritokrasi akan meningkatkan daya saing bangsa," kata Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.