Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Lobi AS agar Kurangi Tekanan Pada PM Hasina Sebelum Lengser

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
India Lobi AS agar Kurangi Tekanan Pada PM Hasina Sebelum Lengser Doc: Antara/ HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina.

Washington - India diam-diam meminta Amerika Serikat (AS) mengurangi kritik terhadap Sheikh Hasina setahun sebelum dia dilengserkan oleh gerakan mahasiswa pekan lalu, lapor The Washington Post pada Kamis, mengutip pejabat AS dan India.

AS terang-terangan menuduh Hasina memenjarakan ribuan lawan politiknya dan menjatuhkan sanksi kepada satuan polisi Bangladesh di bawah komandonya karena diduga melakukan penculikan dan pembunuhan di luar hukum, menurut laporan tersebut.

Pejabat India dalam serangkaian pertemuan meminta rekan-rekan mereka di AS agar meredam retorika tersebut.

Mereka beralasan Bangladesh akan menjadi tempat berkembang biak bagi kelompok-kelompok Islam jika oposisi dibiarkan berkuasa di negara itu melalui pemilihan umum yang terbuka.

"Anda mendekatinya dari sudut pandang demokrasi, tetapi bagi kami, masalah ini jauh lebih serius dan eksistensial," kata seorang penasihat pemerintah India seperti dikutip dalam laporan tersebut.

"Ada banyak percakapan dengan orang-orang Amerika di mana kami mengatakan, 'Ini adalah masalah inti bagi kami, dan Anda tidak dapat menganggap kami sebagai mitra strategis kecuali kami memiliki semacam konsensus strategis.'"

Seorang pejabat AS menekankan bahwa di tempat-tempat seperti Bangladesh, di mana situasi di lapangan rumit, perlu untuk menemukan keseimbangan antara apa yang diinginkan mitra dan harapan pemerintah AS.

Pejabat AS lainnya mengatakan bahwa tidak banyak yang bisa didapat dari semakin menjauhkan Hasina.

"Pendekatan AS terhadap Bangladesh selalu berusaha sejalan dengan nilai-nilai kami - dan kami telah berbicara tentang hal itu secara terbuka dalam banyak kesempatan - tetapi juga pragmatis tentang kenyataan bahwa situasi di Bangladesh sangat rumit dan bahwa ada sejumlah kepentingan yang kami miliki di sana dan yang dimiliki oleh negara-negara lain di sana," kata seorang pejabat AS.

Protes terhadap sistem kuota pemerintah Bangladesh untuk pekerjaan publik meletus Juni lalu dan meningkat awal Agustus.

Bentrokan antara mahasiswa, polisi, dan pendukung pemerintah menewaskan lebih dari 500 orang. Hasina mengundurkan diri di tengah kerusuhan tersebut.

Muhammad Yunus dilantik sebagai perdana menteri sementara pada 8 Agustus, diikuti oleh pembersihan pejabat pemerintah yang diangkat oleh Hasina dan para pendukungnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.