Indeks Menabung Menguat, Bukti Nasabah Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Menarik Dana dari Bank
📅 Selasa, 18 Mar 2025, 00:55 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin (17/3) menyampaikan Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada bulan Februari 2025 yang mencapai level 80,2 atau menguat 0,9 poin dari posisi bulan sebelumnya.
Penguatan itu seiring dengan kenaikan komponen Indeks Waktu Menabung (IWM) sebesar 2,8 poin pada periode yang sama ke level 90,8, sementara Indeks Intensitas Menabung (IIM) turun terbatas 1,0 poin ke level 69,6.
Sebagai informasi, Indeks Menabung Konsumen (IMK) menunjukkan niat dan kemampuan menabung konsumen.
Level IMK di atas 100 menunjukkan niat dan kemampuan menabung konsumen yang tinggi. IMK terdiri dari dua komponen penyusun yaitu Indeks Intensitas Menabung (IIM) dan Indeks Waktu Menabung (IWM).
IIM menunjukkan penilaian konsumen tentang intensitas dan kemampuan menabung, sedangkan IWM menggambarkan penilaian konsumen terhadap waktu yang tepat untuk menabung atau niat untuk menabung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS yang disampaikan bersamaan dengan buka puasa bersama LPS dengan wartawan di Jakarta, Senin (17/3) menyebutkan terkait komponen IIM, sebanyak 27,6 persen dari responden menyatakan tidak pernah menabung.
Ekonom LPS, Seto Wardono dalam pemaparannya mengatakan angka tersebut lebih tinggi dari 22,9 persen responden yang tidak pernah menabung pada bulan Januari 2025.
“Terjadi sedikit penurunan pada persentase responden yang menilai bahwa nilai yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan, yaitu dari 56,7 persen responden pada Januari 2025 menjadi 56,4 persen responden pada Februari lalu,” kata Seto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu komponen IWM menunjukkan terjadi peningkatan responden yang menyatakan bahwa tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung, yaitu dari 33,2 persen pada Januari 2025 menjadi 40,5 persen pada Februari 2025. Sementara itu, persentase responden yang menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menabung membukukan penurunan menjadi 26,5 persen dari 34,2 persen pada periode yang sama.
“Perkembangan ini mengindikasikan rencana menabung konsumen yang terus membaik dan intensitas menabung yang cenderung stabil,” kata Seto.
Menurut Seto, konsumen juga mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk berbelanja menyambut bulan puasa dan Idulfitri.
Pergerakan IMK pada sebagian kelompok pendapatan rumah tangga (RT) cenderung menguat pada Februari 2025. Kenaikan terbesar IMK terlihat pada kelompok RT berpendapatan hingga 1,5 juta rupiah per bulan yang naik 20,0 poin dan RT berpendapatan di atas 7 juta rupiah per bulan(naik 11,9 poin). Khusus kelompok RT dengan pendapatan di atas 7 juta rupiah per bulan, IMK tercatat konsisten di atas level 100.
Sebaliknya, IMK RT berpendapatan di atas 1,5 juta hingga 3 juta rupiah per bulan dan kelompok RT berpendapatan di atas 3 juta hingga 7 juta rupiah per bulan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,4 poin dan 3,0 poin month to month (MoM).
Optimisme Konsumen Membaik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!