Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Implementasi Sawit Berkelanjutan Terus Dipacu

📅 Senin, 31 Jul 2023, 16:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Implementasi Sawit Berkelanjutan Terus Dipacu Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Petani memanen kelapa sawit. 

JAKARTA-Upaya untuk mempercepat implementasi sawit berkelanjutan di Indonesia terus dilakukan. Tujuannya untuk mendorong saya saing petani perkebunan sawit.

Kali ini Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU International) meneken nota kesepahaman bersama (MOU) untuk memfasilitasi Sertifikasi sektor kelapa sawit petani sawit swadaya dan mendukung.

Sekjen SPKS Nasional Mansuetus Darto mengatakan, kerjasama SPKS dengan PT Mutuagung Lestari Tbk. agar bisa mengakselerasi, mendorong dan mempermudah proses sertifikasi sawit berkelanjutan pada anggota SPKS. Hal itu mengingat SPKS memiliki komitmen untuk mentransformasikan petani sawit anggota untuk masuk dalam standar pasar minyak sawit dunia melalui skema sertifikasi ISPO maupaun RSPO.

"Target SPKS pada 2023-2025 akan mensertifikasi anggotanya sekitar 4.000 petani sawit masuk dalam proses sertifikasi ISPO dan RSPO," ungkap Mansuetus Darto di Jakarta, Senin (31/7).

Saat ini melalui kerja sama antara SPKS dan Mutu International anggota SPKS yang telah disertifikasi RSPO sebanyak 4 Koperasi dan 1 Koperasi tersertifikasi ISPO 1 Koperasi yang menaungi dengan jumlah petani sekitar 700 petani dengan luas lahan sekitar sekitar 1300 hektar yang tersebar di Provinsi Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.

Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk, Arifin Lambaga mengatakan pihaknya selaku Lembaga Sertifikasi di sektor sawit terbesar di dunia berkomitmen mendukung dan memfasilitasi para petani mendapatkan sertifikat Pengelolaan Sawit Berkelanjutan melalui tahapan audit dan penilaian yang independen dan kredibel, baik melalui skema ISPO, RSPO maupun ISCC.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pengelolaan usaha yang berkelanjutan, MUTU International terus mengajak semua pihak untuk turut berperan aktif, khususnya koperasi koperasi petani sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Pemerintah.

"Koperasi petani sawit memiliki peran krusial sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kesadartahuan pentingnya sertifikasi berkelanjutan serta meningkatkan komitmen petani dalam memenuhi peraturan pemerintah dan praktek terbaik, sebagai bagian dari partisipasi petani dalam menjalankan program pemerintah melalui mandatory ISPO pada 2025," ujar Arifin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.