Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF: Utang Publik Global Diperkirakan akan Melampaui $100 Triliun Tahun Ini

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: Utang Publik Global Diperkirakan akan Melampaui $100 Triliun Tahun Ini Doc: AP/Andrew Harnik
Ket. Logo IMF.

WASHINGTON - Utang publik global diperkirakan mencapai rekor $100 triliun tahun ini, kata IMF hari Selasa (15/10), memperingatkan prospek fiskal bagi banyak negara mungkin bahkan "lebih buruk dari yang diharapkan".

Dalam laporan terbarunya tentang kebijakan fiskal, Dana Moneter Internasional mengatakan pihaknya memperkirakan utang publik global akan mencapai 93 persen dari produk domestik bruto (PDB) global tahun ini, dan mendekati 100 persen PDB pada tahun 2030, 10 poin persentase lebih tinggi daripada tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda.

"Utang publik global sangat tinggi," kata Era Dabla-Norris, Wakil Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, kepada wartawan sebelum laporan tersebut diterbitkan.

"Ada banyak alasan kuat untuk percaya bahwa beban utang -- atau prospek utang -- bisa lebih buruk dari yang diharapkan," katanya, sambil menunjuk pada tekanan belanja saat ini untuk mengatasi isu-isu seperti perubahan iklim, proyeksi utang yang terlalu optimistis, dan kemungkinan sejumlah besar utang yang tidak teridentifikasi.

"Jadi intinya adalah sudah waktunya bagi negara-negara untuk membenahi keuangan mereka," katanya.

Laporan IMF memperkenalkan pendekatan baru "utang berisiko" untuk menilai risiko terhadap proyeksi utang.

Diperkirakan, dalam skenario terburuk, utang publik global dapat mencapai 115 persen PDB pada tahun 2026 -- hampir 20 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan dasar IMF.

Laporan tersebut menemukan bahwa "faktor global semakin mendorong fluktuasi biaya pinjaman pemerintah di berbagai negara," yang menunjukkan bahwa meningkatnya tingkat utang di negara-negara utama dapat "meningkatkan volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah dan risiko utang" bagi negara lain.

IMF mengatakan, inflasi yang menurun dan penurunan suku bunga di banyak negara berarti sekarang adalah waktu yang "tepat" bagi negara-negara untuk membangun kembali penyangga fiskal mereka, seraya menambahkan bahwa mereka "dalam posisi yang lebih baik" daripada sebelumnya untuk menyerap dampak pengetatan fiskal.

Ukuran penyesuaian fiskal yang dibutuhkan untuk mengembalikan kendali atas utang publik global adalah antara 3,0 hingga 4,5 persen dari PDB, secara rata-rata, kata IMF -- hampir dua kali lipat ukuran penyesuaian sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.