Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ibadah Haji 2026: Kemenhaj Targetkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia Terkirim untuk Layanan Konsumsi

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:46 WIB | Oleh:
Ibadah Haji 2026: Kemenhaj Targetkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia Terkirim untuk Layanan Konsumsi Doc: ANTARA/Asep Firmansyah
Ket. Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf mencicipi masakan yang akan dikirim ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah calon haji Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1).

JAKARTA - Guna memenuhi kebutuhan jamaah calon haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah RI menargetkan bisa mengirim 600 ton bumbu khas Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf mengatakan target pengiriman itu lebih besar dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai 475 ton.

“Tahun kemarin itu  400  ton lebih, kita perkirakan tahun ini sekitar 600  ton,” kata Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1).

Irfan Yusuf mengatakan, pemerintah berupaya menghadirkan layanan konsumsi haji yang sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia, sekaligus memenuhi standar gizi untuk menunjang kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kita sadar bahwa makanan menjadi salah satu penunjang kesehatan para jamaah. Pelaksanaan ibadah haji memerlukan fisik yang kuat dan sehat, sehingga makanan sangat berpengaruh bagi jamaah kita,” katanya.

Untuk memastikan kualitas dan kandungan gizi makanan, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan sejumlah institusi pendidikan dan keahlian pangan, antara lain perguruan tinggi di bidang pangan, sekolah perhotelan, serta lembaga kuliner.

“Semuanya dalam rangka memastikan bahwa pertama rasanya masuk, gizinya juga masuk. insyaallah aman, karena kita sangat ketat dalam pengawasan dan memastikan itu,” ujarnya.

Ada standar penilaian kelayakan makanan mencakup jumlah porsi, gramasi, kualitas bahan, serta kandungan gizi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan aspek pengemasan dan penyimpanan bahan makanan di Arab Saudi. Berdasarkan temuan di lapangan pada tahun lalu, masih terdapat bumbu yang rusak akibat kemasan maupun penyimpanan yang kurang baik.

“Kita pastikan tidak ada yang menggunakan bahan pengawet, karena itu akan membuat rasa berbeda dan berpotensi cepat rusak,” katanya.

Terkait penyedia layanan konsumsi, Irfan Yusuf menyebut jumlah perusahaan yang terlibat lebih dari 10, termasuk penyedia bumbu dan makanan siap saji atau ready to eat (RTE).

Makanan RTE disiapkan khusus untuk jamaah di Arafah dan Mina, mengingat keterbatasan distribusi di lokasi tersebut.

Adapun untuk jamaah lanjut usia, pemerintah menyiapkan menu khusus yang lebih ramah, seperti bubur dan kacang hijau, dengan penyesuaian distribusi sesuai kondisi dan kebutuhan jamaah.

“Pembagiannya tentu tergantung situasinya, agar semua jamaah bisa terlayani dengan baik,” kata Irfan Yusuf. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.