Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati, Perokok yang Terlihat Sehat Masih Berisiko Kena Penyakit

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 15:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati, Perokok yang Terlihat Sehat Masih Berisiko Kena Penyakit Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Tangkapan layar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Mega Febrianora, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, CRFC dalam diskusi daring yang digelar Kementerian Kesehatan, Jumat (16/8/2024).

JAKARTA - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Mega Febrianora, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, CRFC mengatakan perokok yang terlihat sehat masih berisiko terkena penyakit atau belum tentu aman dari penyakit.

Oleh sebab itu, Mega mengatakan kondisi fisik yang hanya terlihat dari luar tak bisa menjadi tolok ukur dan alasan untuk tetap merokok.

"Kadang kesadaran untuk skriningjuga rendah sekali. Jadi kadang orang meninggal dikira sudah waktunya. Padahal siapa tahu dia punya penyakit tertentu misalnya jantung yang disebabkan oleh rokok," kata Mega dalam diskusi daring yang digelar oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat.

Mega menegaskantidak ada satu pun jurnal kesehatan yang menyebutkan bahwa rokok itu aman dan baik bagi tubuh.

Seorang perokok juga umumnya menjadikan orang tua sebagai alasan. Jika orang tua seperti ayah atau kakeknya merupakan perokok dan tampak sehat, maka para remaja pun merasa akan aman mengonsumsi rokok.

Mega menjelaskantubuh seseorang mempunyai mekanisme kompensasi yang luar biasa. Sehingga apabila terserang penyakit, tubuh tidak akan langsung tumbang dan menyerah.

"Misalnya gejala orang punya penyakit jantung, itu bukan tiba-tiba meninggal. Tapi dia mudah lelah. Naik tangga 2 lantai capek. Itu tanda-tanda jantung lemah. Tapi ini sering diabaikan dan dirasa memang terjadi karena faktor usia," kata Mega.

Mega melanjutkanseorang lansia yang sehat secara fisik juga memiliki kemungkinan untuk berjalan kaki sepanjang lima kilometer tanpa merasa lelah. Sayangnya, banyak masyarakat yang menormalisasi kondisi lemah pada lansia sehingga menilai bahwa orang tua yang merokok dan tampak baik-baik saja itu tak masalah.

Dengan menyadari bahwa setiap orang memiliki kemungkinan menderita penyakit yang tak terlihat, Mega mengimbau kepada para remaja untuk tak lagi menormalisasi kebiasaan merokok baik menggunakan rokok konvensional maupun elektrik.

Sebab Mega memaparkan, apapun jenis rokoknya itu tetap berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan. Meskipun tak dirasakan secara langsung, namun efek dari merokok pasti akan di rasakan seiring berjalannya waktu.

Tak hanya membahayakan diri sendiri, pengguna rokok khususnya remaja juga perlu untuk meningkatkan kepedulian terhadap sekitar. Sebab meski merokok di tempat lain, namun zat-zat berbahaya dari rokok akan tetap menempel di pakaian dan mungkin terhirup oleh sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.