Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Jatuh di Asia karena Kekhawatiran Ketegangan Geopolitik Mereda

📅 Jumat, 18 Nov 2022, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Jatuh di Asia karena Kekhawatiran Ketegangan Geopolitik Mereda Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Harga minyak dunia turun.

Singapura - Harga minyak turun untuk hari kedua di awal perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena kekhawatiran atas ketegangan geopolitik mereda dan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Tiongkok menambah kekhawatiran permintaan di importir minyak mentah terbesar dunia itu.

Minyak mentah berjangka Brent merosot 62 sen atau 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 92,24 dolar AS per barel pada pukul 01.10 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS tergelincir 65 sen atau 0,8 persen, menjadi diperdagangkan di 84,94 dolar AS per barel.

Brent telah melemah 1,1 persen dan WTI turun 1,5 persen pada Rabu (16/11/2022) setelah pengiriman minyak Rusia melalui pipa Druzhba ke Hongaria dimulai kembali.

"Minyak mentah turun setelah NATO menjelaskan serangan rudal Rusia di Polandia, sementara kekhawatiran permintaan kembali ke fokus pedagang di tengah pembatasan Covid Tiongkok yang sedang berlangsung dan prospek ekonomi global yang suram," kata Tina Teng, seorang analis di CMC Markets.

Polandia dan aliansi militer NATO mengatakan pada Rabu (16/11/2022) bahwa sebuah rudal yang jatuh di Polandia mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, meredakan kekhawatiran perang antara Rusia dan Ukraina yang meluas melintasi perbatasan.

Harga minyak mereda meskipun penarikan stok minyak mentah di Amerika Serikat lebih besar dari perkiraan, tambah Teng.

Stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, turun 5,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 November menjadi 435,4 juta barel, Badan Informasi Energi mengatakan pada Rabu (16/11/2022), dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 440.000 barel .

Namun, persediaan bensin dan bahan bakar sulingan naik lebih tinggi dari ekspektasi.

Lebih banyak minyak akan mengalir ke AS karena TC Energy mencabutforce majeurepada pipa Keystone-nya 622.000 barel per hari yang memasok Midwest dan Gulf Coast yang telah mengurangi pengiriman sebesar 7,0 persen.

Kekhawatiran berkelanjutan akan melemahnya permintaan di Tiongkok juga "menjaga pasar tetap lemah," kata Stephen Innes, mitra pengelola di SPI Asset Management, karena terus melaporkan lebih banyak kasus Covid di kota-kota besar.

"Dengan kasus Covid di Tiongkok yang terus meningkat, terutama saat kita bergerak menuju musim flu, para pedagang hanya memiliki sedikit pilihan untuk mengkalibrasi ulang posisi yang mencerminkan kemungkinan penguncian lebih lanjut di pusat-pusat padat penduduk yang merugikan permintaan minyak secara eksponensial lebih banyak daripada wilayah ekonomi lainnya," ucap Innes.

Beban kasus Covid Tiongkok kecil dibandingkan dengan negara lain di dunia, tetapi negara itu mempertahankan kebijakan ketat untuk menghentikan kasus sebelum menyebar lebih jauh.

Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 23.276 infeksi Covid-19 baru pada 16 November, di mana lebih dari 20.000 tidak menunjukkan gejala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total

58 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Luar Negeri
Singapura Gandeng Tiongkok ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.