Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siagakan 27 Rumah Pompa di Titik Rawan Banjir

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 13:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siagakan 27 Rumah Pompa di Titik Rawan Banjir Doc: Antara Foto
Ket. Situasi rumah pompa sebagai pengendali banjir di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/11/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana terutama pada musim hujan dengan menyiagakan 27 rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir.

Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Erwin mengatakan Pemkot bersama masyarakat serta berbagai pihak terus bersinergi membangun sistem tanggap bencana yang cepat dan terkoordinasi.

“Pemerintah hadir dan siap siaga menghadapi bencana. Kita sudah punya 27 rumah pompa untuk mengatasi banjir di titik-titik rawan,” kata Erwin di Bandung, Sabtu.

Erwin menjelaskan, berbagai langkah nyata dilakukan secara kolaboratif bersama warga, di antaranya melalui gotong royong membersihkan saluran air, sungai, dan selokan agar aliran air tetap lancar.

“Kita turun langsung ke lapangan bersama warga, membongkar bangunan yang menutup saluran air atau berdiri di atas selokan. Tapi tentu dilakukan secara persuasif

Selain memperkuat infrastruktur pengendali banjir, Pemkot Bandung juga menyiapkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) anti gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.

“Tahun depan kita siapkan 10 rumah contoh Rutilahu anti gempa. Kalau tanahnya bukan milik pribadi, kita upayakan bantuan bisa disalurkan lewat Baznas,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkot Bandung juga menyiagakan pompa air mobil yang dapat langsung bergerak ke lokasi genangan air.

“Contohnya kemarin di Jalan Waas, ada genangan. Dalam waktu satu jam air langsung surut karena disedot pompa mobil. Jadi kita sudah siap siaga,” tutur Erwin.

Dirinya juga mengajak masyarakat agar lebih aktif menjaga lingkungan, terutama saat musim hujan, serta menghindari perilaku yang dapat menimbulkan risiko bencana.

“Saya mengimbau warga Bandung yang hobi mancing, tolong jangan memancing di sungai saat musim hujan. Sudah ada korban juga yang hanyut karena arus deras,” pesannya.

Selain itu, Erwin mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.

“Banyak sampah yang menyumbat saluran air dan akhirnya menyebabkan banjir. Sekarang kita sedang melakukan normalisasi dan pengerukan sungai karena banyak sedimen dari sampah.” 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.