Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur-Wali Kota Asean Keluarkan Enam Deklarasi

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Gubernur-Wali Kota Asean Keluarkan Enam Deklarasi Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat meresmikan Taman ASEAN di Jalan Pattimura dan Jalan Raden Fatah, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2023).

JAKARTA - Pertemuan para gubernur dan wali kota Asean menyepakati untuk mengeluarkan enam deklarasi sebagai keputusan bersama. Menurut Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, pertemuan dalam ajang Meeting of Governors and Mayors of Asean Capitals(MGMAC) dan Asean Mayors Forum (AMF) juga menyepakati untuk membangun kota secara berkelanjutan.

"Kami juga menyusun enam deklarasi yang ditandatangani bersama untuk mewujudkan kota berkelanjutan," tandas Heru usai pertemuan Gubernur dan Wali Kota Asean 2023 di Jakarta, Rabu (2/8). Deklarasi pertama, berupa imbauan kepada para pemimpin Asean untuk mendalami pertemuan gubernur dan wali kota ini serta menerapkan pada pembangunan komunitas Asean.

Inisiatif ini akan berkontribusi pada peningkatan hubungan perkotaan-perdesaan dan peran kota-kota perantara untuk mempercepat transformasi perdesaan serta pemberantasan kemiskinan. Ini akan memperkuat efektivitas dan kapasitas kelembagaan Asean dalam memajukan integrasi regional sebagai pusat pertumbuhan.

Kedua, berjuang mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif yang mendorong kondisi kehidupan dan peluang ekonomi lebih baik. Kemudian, memastikan akses ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi untuk semua. Hal ini, termasuk anak-anak, perempuan, remaja, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

Inisiatif ini akan mendorong pemerataan dan pembangunan ekonomi dengan menyediakan akses lebih luas ke keuangan, juga kesempatan kerja, investasi ekonomi, pasar regional, serta meningkatkan sistem pertanian dan pangan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ketiga, mempercepat transformasi digital dengan pendekatan koheren, harmonis, dan berbasis aturan. Tujuannya, untuk kebutuhan pengguna akhir dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan bahwa pemerintah, swasta, dan masyarakat Assean dilengkapi dengan keterampilan dan kompetensi.

Dukungan untuk pengembangan konektivitas digital yang terjangkau dan berkecepatan tinggi untuk daerah perkotaan, kota perantara, masyarakat pinggiran dan perdesaan dari para Pemimpin Asean. Keempat, berkomitmen untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan lingkungan. Caranya, meningkatkan kerja sama, memajukan keterkaitan antara aksi iklim dan mempromosikan konservasi, juga pemanfaatan berkelanjutan dari keanekaragaman hayati.

Lalu, implementasi pendekatan berbasis alam atau ekosistem serta kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mempercepat pencapaian ketahanan berkelanjutan membuat kota lebih layak huni. Caranya, dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam.

Kelima, memperkuat arsitektur kesehatan perkotaan yang berfungsi sebagai landasan untuk mencapai pertumbuhan dan kesejahteraan sosial ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Asean. Tujuannya, untuk memastikan mekanisme pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggapan yang lebih efektif dalam menangani ancaman kesehatan masyarakat.

Keenam, mendorong pembiayaan hijau untuk mengembangkan lingkungan yang secara aktif mempromosikan investasi swasta dalam proyek perkotaan berkelanjutan melalui skema pembiayaan inovatif dan campuran yang secara langsung mendanai inisiatif yang dipimpin kota dan bersandar pada masyarakat yang hemat biaya.

Dukungan

Herumendukung para pemimpin Asean bisa menurunkan hambatan dan memberikan insentif ke swasta untuk mendapat pendanaan bagi proyek perkotaan berkelanjutan terkait infrastruktur, energi, dan ketahanan iklim. Sejumlah isu mulai dari pertumbuhan ekonomi inklusif hingga pembangunan berkelanjutan menjadi pembahasan utama dalam forum internasional tersebut.

"Kami membahas pertumbuhan ekonomi inklusif, transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan aksi iklim," kata Heru menjelaskan hasil pertemuan. Kemudian, Heru menyampaikan bahwa selanjutnya Keketuaan MGMAC dan AMF 2024 diserahkan kepada Gubernur Vientiane, Laos, Atsaphangthong Siphandone. Kegiatan akan digelar di Ibu Kota Laos, Vientiane.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.