Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta Segera IPO Tahun Depan
📅 Minggu, 25 Jan 2026, 14:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Bank Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Pramono Anung optimistis Bank Jakarta segera melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tahun depan. Optimisme tersebut didasarkan pada penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan.
Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Ia menegaskan bahwa pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.
Menurut Gubernur Pramono, budaya kerja harus dibangun sejak dini dan melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Corporate culture yang kuat akan menentukan arah, kualitas kinerja, serta daya saing perusahaan, khususnya dalam menghadapi tuntutan transparansi sebagai emiten.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Gubernur Pramono dalam keterangannya, Sabtu (24/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain budaya kerja, Pramono juga menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart. Ia pun menilai sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” kata dia.
Gubernur Pramomo menambahkan bahwa teamwork yang cerdas, disiplin, dan ditopang budaya organisasi yang kuat akan mendorong terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih transparan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujar dia.
Gubernur Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta untuk mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Menurut dia, birokrasi yang berlebihan tidak boleh tumbuh dalam entitas bisnis karena dapat menurunkan daya saing serta kepercayaan publik.
“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” ucap dia.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menekankan bahwa kepercayaan (trust) merupakan kunci utama dalam dunia usaha. Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” ujar Gubernur Pramono.
Dengan menanamkan nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi serta kemampuan problem solving dalam budaya kerja, Gubernur Pramono optimistis Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!