Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Pemkot dan Rumah Sakit di Kota Serang Kolaborasi Penanganan Stunting

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkot dan Rumah Sakit di Kota Serang Kolaborasi Penanganan Stunting Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat, di Serang, Banten, Rabu (24/1/2024).

Serang - Gerak cepat, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama dengan rumah sakit daerah dan swasta melakukan kolaborasi dalam penanganan stunting.

Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat, di Serang, Banten, Rabu, mengatakan penuntasan dan penanganan stunting merupakan program prioritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah.

"Upaya Pemkot Serang untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan, termasuk bekerja sama dengan perusahaan dan rumah sakit yang ada di Kota Serang untuk turut menjadi bapak asuh bagi anak-anak stunting," katanya.

Dia mengatakanseluruh direktur rumah sakit yang hadir telah setuju dengan program Pemkot Seranguntuk bersama menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting dengan keadaan ekonomi yang kurang memadai.

"Kami mohon dukungannya untuk penanganan stunting dan gizi buruk serta hal lainnya, dan pihak rumah sakit siap mendukung program pemerintah, salah satunya menjadi bapak asuh," katanya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga akan turut membantu memfasilitasi secara medis maupun perkembangan usai pemeriksaan medis.

"Bentuk dukungannya dari rumah sakit,misal ada anak yang terindikasi stunting, bermasalah dengan gizi, kami minta ke teman-teman rumah sakit untuk dapat memfasilitasi dengan tidak memberatkan biaya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin, mengatakan data stunting di Kota Serang tahun 2023 sebanyak 1.274 balita. Angka tersebut turunjika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 1.586 anak stunting.

Ia mengatakanpenyebab terjadinya stunting sangat beragam, mulai dari pola asuh orang tua, asupan gizi pada anak, hingga pola hidup calon ibu pada saatkehamilan juga menjadi faktor pendorong terjadinya stunting pada balita.

"Anak stunting ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, maka dari kita juga melakukan beberapa program untuk mengentaskan stunting di antaranya memberikan alat antroprometri elektronik pencatatan gizi berbasis masyarakat di seluruh Posyandu," katanya.

Ia menjelaskanalat tersebut untuk mengukur pajang dan tinggi badan balita sehingga bisa terdeteksistunting atau tidak, dan alat ituakan terkoneksi dengan Pusat.

Sebanyak 15 rumah sakit yang terlibat, di antaranya Rumah Sakit Tk IV Kencana (DKT), Budi Asih, Benggala, Ibu dan Anak Puri Garcia, RSUD Banten, Fatimah, Achmad Wardi, RSUD Kota Serang, Bhayangkara, Andalusia, Citra Arafik, Jannah, Ibunda, Sari Asih dan RSDP Serang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.