Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerabah Takalar, Warisan Tradisi Nenek Moyang yang Masih Bertahan di Sulawesi Selatan

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerabah Takalar, Warisan Tradisi Nenek Moyang yang Masih Bertahan di Sulawesi Selatan Doc: Antara
Ket. Muh Yunus bersama dengan hasil kerajinan gerabahnya.

TAKALAR - Muhammad Yunus Dg Siama adalah salah satu pengrajin yang konsisten melestarikan pembuatan gerabah, sebuah tradisi warisan budaya yang telah ia geluti sejak tahun 1980-an.

Yunus meneruskan usaha nenek moyangnya dalam membuat gerabah secara tradisional di Desa Sandi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Pada 2019, ia berhasil meraih juara kedua dalam ajang pameran kerajinan di Istana Negara, yang mengharumkan nama Sulawesi Selatan.

Tempat pembuatan gerabah milik Muh Yunus tergolong sederhana, namun dipenuhi dengan berbagai produk hasil kerajinannya yang siap dipasarkan. Ia mengaku tidak memasarkan produknya secara luas, melainkan lebih mengandalkan pesanan yang datang dari berbagai daerah.

“Saya tidak menjual secara umum, tetapi selalu ada pesanan yang datang dari berbagai daerah,” ujarnya saat ditemui Jumat (4/10).

Menurut Yunus, Desa Sandi dulunya merupakan sentra pengrajin gerabah yang cukup berkembang. Namun, jumlah pengrajin di desa tersebut mengalami penurunan signifikan seiring berjalannya waktu.

"Dulu di sini banyak pengrajin, tapi sekarang mulai menghilang,” kata dia.

Selain menggeluti usaha kerajinan, Muh Yunus juga aktif membagikan pengetahuan dan keterampilannya. Berbagai institusi pendidikan, mulai dari kampus hingga sekolah, serta komunitas, rutin mengunjungi tempat kerajinannya untuk belajar langsung teknik pembuatan gerabah.

"Banyak yang datang belajar langsung ke sini, mulai dari mahasiswa hingga pelajar, bahkan komunitas,” jelasnya.

Yunus juga sering diundang sebagai narasumber dalam seminar maupun pelatihan kerajinan, yang menunjukkan pengakuan atas keahliannya di bidang tersebut. Dedikasi dan komitmennya menjadi bukti nyata pelestarian budaya lokal melalui seni kerajinan tangan.

Keberhasilan dan usaha pelestarian gerabah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah.

“Dulu di sini banyak pengrajin, tapi sekarang mulai menghilang,” ujar Yunus, seraya menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kerajinan tradisional agar tetap hidup.

Yunus menegaskan bahwa dirinya juga aktif berbagi ilmu, sering diundang untuk mengisi seminar maupun mengajar langsung pembuatan gerabah kepada berbagai kalangan.

“Saya sering isi seminar, atau diundang untuk ajar pembuatan gerabah,” katanya. Dengan semangat dan kerja keras, ia yakin kerajinan gerabah tradisional di Desa Sandi akan terus bertahan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.