Gempa Situbondo: 1.200 Nasi Bungkus Dibagikan Setiap Hari untuk Korban dan Relawan
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 20:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendirikan dapur umum di Kecamatan Banyuputih pascagempa magnitudo 5,4. Setiap hari, sebanyak 1.200 nasi bungkus dibagikan bagi warga terdampak dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.
"Setiap harinya dapur umum menyediakan 1.200 nasi bungkus, yang didistribusikan dua kali dalam sehari, termasuk untuk relawan," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo Timbul Harjanto, di Situbondo, Minggu.
Menurut dia, dapur umum tanggap darurat gempa bumi itu didirikan di Kecamatan Banyuputih sejak Jumat (26/9) dan akan berlangsung sampai situasi dan kondisi warga terdampak sudah membaik, sehingga bisa beraktivitas seperti semula.
"Pendirian dapur umum bagi korban bencana gempa bumi ini sampai kondisi dan situasi membaik," ujarnya.
Pada Kamis (25/9) pukul 16.04 WIB, BMKG melaporkan terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,7 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4 berpusat 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dengan kedalaman 12 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat hingga Sabtu (27/9) pagi jumlah rumah terdampak gempa bumi sebanyak 145 rumah yang tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih, yakni Desa Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo, dan Wonorejo.
Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 26 September hingga 9 Oktober 2025 untuk mempercepat layanan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana gempa selama fase tanggap darurat terpenuhi.
Siaga 24 jam
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan layanan kesehatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, disiagakan 24 jam untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 5,7 yang mengguncang wilayah itu pada Kamis (25/9).
"Dalam rapat koordinasi Sabtu (27/9), diputuskan pengoperasian dapur umum selama tiga hari ke depan serta penyiagaan layanan kesehatan puskesmas 24 jam," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Minggu.
Dia menjelaskan gempa tercatat berdampak pada 550 jiwa, namun tidak ada laporan warga mengalami luka dan meninggal dunia.
“Warga yang rumahnya rusak untuk sementara melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!