Gedung Berlantai 4 Diharap Terhubung dengan CCTV Pemprov Jakarta
📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 15:51 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Guna memperkuat pengawasan dan menciptakan sistem keamanan yang terintegrasi, Gubernur Jakarta Pramono Anung mewajibkan gedung empat lantai lebih untuk terhubung dengan kamera pengawas (CCTV) Pemerintah Provinsi Jakarta.
"Jadi, untuk CCTV, kita sedang, sudah memutuskan nanti gedung-gedung yang lantainya lebih dari empat sesuai dengan Pergub akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, sehingga dengan demikian Jakarta akan menjadi terintegrasi," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu.
Pramono menilai upaya ini sebagai langkah dalam modernisasi sistem keamanan dan pemantauan kota. Dengan integrasi CCTV ini, Pemprov DKI dapat memantau situasi kota secara lebih cepat dan efektif, mulai penanganan darurat, kriminalitas, hingga manajemen lalu lintas.
Nantinya, pemasangan CCTV ini akan menjangkau wilayah hingga kelurahan yang ada di Jakarta. "Dan kemudian untuk kelurahan dan sebagainya tetap akan kita pasang," ucapnya.
Pemasangan CCTV di sejumlah wilayah DKI Jakarta merupakan bagian dari janji kampanye Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk permukiman warga, Pemprov DKI Jakarta akan memasang kamera CCTV di 30.000 titik seluruh wilayah Jakarta. Program ini menelan anggaran sebesar Rp380 miliar dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Soal Siswa Keracunan
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) siap bertanggung jawab bagi korban siswa dan guru yang diduga keracunan akibat menu pada program makan bergizi gratis (MBG) di Jakarta Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.
Pramono menambahkan terkait pembiayaan, bagi yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan maka sepenuhnya akan dibantu hingga pulih. Penanganan secara cepat telah dilakukan dengan koordinasi antara BGN dan Pemerintah Provinsi DKI beserta jajaran.
"Jadi, penanganan dan koordinasi yang cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan," ucapnya.
Kini, Pemerintah Provinsi DKI tengah menunggu hasil laboratorium dari pemeriksaan MBG dan meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab secara terbuka.
Diharapkan para korban siswa maupun guru bisa segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. "Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, 'recovery' (proses pemulihan), mudah-mudahan satu dua hari udah selesai semua," kata dia.
Sebelumnya, dilaporkan sedikitnya 135 siswa dan guru diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!