Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Galakkan Program Penuntasan Buta Aksara

📅 Senin, 02 Okt 2023, 00:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Galakkan Program Penuntasan Buta Aksara Doc: ANTARA/HO-Kemendikbudristek
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Iwan Syahril dalam peringatan HAI tingkat nasional ke-58 tahun 2023 di Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menggalakkan program penuntasan buta aksara yang hingga saat ini angka tersebut di Indonesia usia 15-59 tahun tercatat1,5 persen atau sekitar 2.666.859 orang.

"Setiap tahunnya Kemendikbudristek terus menggalakkan program penuntasan buta aksara ini secara terstruktur," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Iwan Syahril dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2022, angka buta aksara di Indonesia usia 15-59 tahun yang hanya tinggal 1,5 persen ini menurun dibandingkan dengan pada 2021 yaitu 1,56 persen atau sekitar 2.761.189 orang.

Iamengatakan penurunan angka buta aksara salah satu indikator dari keberhasilan atau kemajuan pendidikan suatu negara atau bahkan telah menjadi komitmen dunia yang tertuang dalam program Education 2030 atau Suistinable Development Goals's (SDG's).

Ia menyebutkan salah satu program pemerintah untuk menuntaskan buta aksara sekaligus meningkatkan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter anak bangsa, serta membangun pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan adalah dengan kebijakan Merdeka Belajar.

Pemerintah Indonesia turut memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) untuk mengingatkan masyarakat pentingnya literasi sebagai salah satu isu hak asasi manusia pada lingkup pendidikan dan kesejahteraan.

Tema peringatan HAI tingkat nasional ke-58 ini, "Merdeka Belajar untuk Memajukan Literasi di Tengah Transisi Peradaban Dunia: Membangun Fondasi untuk Masyarakat Damai dan Berkelanjutan".

Tema ini terinspirasi dari tema HAI UNESCO, yaitu Promoting Literacy for a World in Transition: Building The Foundation for Sustainable and Peaceful Societies.

"Peringatan Hari Aksara Internasional ini juga menjadi dasar menuju masyarakat Indonesia yang berliterasi sebagai representasi dari pendidikan berkelanjutan," kata Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek Aswin Wihdiyanto.

Direktur UNESCO untuk Indonesia Maki Hayashikawa mengatakan peringatan HAI ini menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bergabung mempromosikan transisi dunia dan membangun landasan bagi masyarakat yang berkelanjutan dan damai.

"Mari kita bekerja sama mendorong literasi berdaya yang transformatif di semua tingkatan lintas sektor, untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan inklusif," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.