Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gabung WHO Pasifik Barat, Indonesia Berpeluang Tingkatkan Layanan Kesehatan Lansia

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gabung WHO Pasifik Barat, Indonesia Berpeluang Tingkatkan Layanan Kesehatan Lansia Doc: The Conversation
Ket. Indonesia berpeluang tingkatkan layanan kesehatan lansia dengan adopsi model negara-negara WPRO.

  Ilham Akhsanu Ridlo, Universitas Airlangga

Indonesia resmi menjadi anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Wilayah Pasifik Barat alias WPRO pada Mei 2025. Sebelumnya, negara kita tergabung dalam Wilayah Asia Tenggara WHO (SEARO), yang menjadi wadah kolaborasi kesehatan masyarakat antarnegara berpendapatan rendah dan menengah.

Perpindahan Indonesia ke WPRO (yang dihuni beberapa negara ekonomi maju, seperti Singapura dan Jepang) berpotensi membuka peluang baru bagi kerja sama kesehatan yang lebih inovatif dan berbasis teknologi. Salah satunya soal tata kelola layanan kesehatan lansia yang populasinya terus bertambah di Tanah Air.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menunjukkan sekitar 12% (lebih dari 33 juta) penduduk Indonesia sudah masuk kategori lansia (60 tahun ke atas). Pada 2045, jumlah ini bisa mencapai 20%, artinya satu dari lima warga merupakan lansia.

Sayangnya, fase penuaan penduduk ini belum diiringi dengan kesiapan sistem kesehatan, jaminan sosial, maupun infrastruktur sosial kita. Bergabung dengan WPRO berpotensi memberikan akses lebih besar bagi Indonesia untuk bertukar pengetahuan, data, pelatihan, dan kebijakan, yang telah terbukti efektif diterapkan oleh negara-negara berpengalaman panjang dalam mengelola populasi menua.

Adaptasi layanan kesehatan lansia negara WPRO

Negara anggota WPRO (seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Singapura) telah mengembangkan model pelayanan inovatif mulai dari rumah sakit ramah lansia, kota inklusif usia, hingga pemanfaatan teknologi untuk layanan perawatan jangka panjang.

Alih-alih memulainya dari nol, kita bisa mengadaptasi model yang telah teruji di negara-negara WPRO, sembari menyesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi dalam negeri.

1. Penuaan sehat berbasis komunitas

Salah satu contoh konkret adalah program healthy ageing (penuaan sehat) berbasis komunitas Jepang dan Singapura. Pendekatan ini menekankan pentingnya integrasi pelayanan kesehatan, keterlibatan sosial, dan lingkungan fisik untuk mendukung lansia agar tetap aktif, mandiri, serta memiliki kesejahteraan fisik dan mental.

Pendekatan ini terbukti menurunkan biaya kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

2. Integrasi sistem kesehatan digital

Indonesia dapat menyerap teknologi yang telah digunakan anggota WPRO (seperti Jepang dan Korea Selatan). Misalnya, dengan  mengintegrasikan teknologi diagnostik berbasis AI dan pemantauan jarak jauh untuk lansia yang tinggal sendiri ke dalam sistem SatuSehat milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.